sewa ambulance

Latest News

5 Tanda bahwa keluarga Anda tidak mandiri, hindari jika nanti menikah

Menurut Anda manakah yang lebih penting antara kemandirian sebagai individu dan kemandirian sebagai keluarga? Jelas sama pentingnya, bukan? Saat kita lajang, kemandirian kita penting agar tidak selalu mengganggu orang tua yang semakin tua.

Kemudian kemandirian sebagai individu ini menjadi landasan ketika kita menikah nanti. Bayangkan apa yang terjadi jika dua orang yang tidak mandiri memutuskan untuk menikah dan kemudian lahir anak-anak yang jelas membutuhkan perawatan orang tuanya.

Sering terjadi kekacauan dalam keluarga. Sayangnya, efek dari kekacauan tersebut tidak hanya ditanggung oleh keluarga itu sendiri tetapi seringkali juga menyeret orang-orang di sekitarnya. Agar kelak kita tidak terjebak dalam kekacauan serupa, yuk kenali 5 tanda keluarga yang tidak mandiri:

1. Serahkan pengasuhan anak secara sembarangan kepada orang lain

5 Tanda bahwa keluarga Anda tidak mandiri, hindari jika nanti menikah

Kalaupun kedua orang tua harus bekerja, mereka tidak bisa sembarangan menyerahkan tugas pengasuhan anak kepada orang lain. Misalnya tentang kakek-nenek. Jika kakek-nenek yang menjadi sukarelawan mungkin tidak ada masalah.

Meski begitu, kesehatan dan aktivitas anak harus sangat diperhatikan. Bahkan kakek nenek pun tidak mau karena tidak mampu, tapi orang tua sepertinya tidak mau tahu. Tentunya yang terbaik adalah menggunakan pengasuh anak profesional atau menitipkan anak ke pusat penitipan anak terpercaya.

Agar kakek-nenek tidak lelah dan anak-anak bisa belajar bersosialisasi, mandiri, dan lain sebagainya. Selain itu, sembarangan menitipkan anak kepada orang lain yang tidak kompeten bisa sangat membahayakan keselamatan mereka.

2. Setidaknya ada dua orang dewasa yang sudah bisa bekerja, namun tetap meminta dukungan orang tua

5 Tanda bahwa keluarga Anda tidak mandiri, hindari jika nanti menikah

Kalau dipikir-pikir, sungguh aneh jika ini terjadi. Memang benar bahwa kebutuhan keluarga pasti lebih banyak daripada ketika masing-masing masih lajang. Semakin banyak jumlah anak, tentunya kebutuhan juga semakin meningkat.

Tapi itu seharusnya dipikirkan dengan matang, bukan? Bahkan tak membuat beban orang tuanya seolah tak ada habisnya. Hingga orang tua lemah karena usia dan penyakit, masih harus memikirkan uang untuk cucu. Apalagi jika sang cucu sudah bisa mencari uang sendiri. Dengan belajar sambil bekerja, misalnya.

3. Sedikit demi sedikit meminta bantuan dari orang-orang disekitarnya

5 Tanda bahwa keluarga Anda tidak mandiri, hindari jika nanti menikah

Keluarga yang tidak mandiri akan sering membuat kesal tetangganya. Anak-anak memiliki pekerjaan rumah, alih-alih orang tua mengajar atau mengundang tutor, mereka bertanya kepada tetangga. Sering kali saya tidak melihat-lihat kondisinya, apakah tetangga terganggu atau tidak, sedang istirahat atau tidak.

Belum lagi soal peminjaman barang ini. Mulai dari alat masak, perlengkapan sekolah anak, hingga charger hp yang harus bisa kamu beli sendiri karena pasti akan kamu pakai setiap hari.

Alasannya bisa bermacam-macam. Seperti harta benda sendiri rusak, lupa atau belum sempat beli, hanya akan dipakai sebentar, dan seterusnya. Tapi kalau sudah seperti ini banyak ya menyebalkan kan?

4. Jika ada pertengkaran, suaranya ada di mana-mana dan selalu membutuhkan pihak ketiga untuk berdamai

5 Tanda bahwa keluarga Anda tidak mandiri, hindari jika nanti menikah

Saat kita lelah bekerja dan ingin istirahat di rumah, tentunya kita membutuhkan ketenangan. Apa jadinya jika selalu ada polusi suara di dalam rumah? Tentu membuat kita merasa lelah bukan? Apalagi polusi suara bukan hanya musik keras, tapi pertengkaran suami istri.

Tidak ada hari tanpa masalah dan ledakan emosi. Sepasang suami istri yang pertengkarannya selalu didengar oleh telinga orang lain sepertinya tidak tahu bagaimana melindungi kehormatan keluarga mereka sendiri. Wajar jika kita bertanya-tanya, mengapa menikah jika hanya sekedar bertengkar?

Tak jarang ketua RT, aparat keamanan, atau sesepuh di lingkungannya harus turun tangan agar pasangan tersebut rukun dan tidak mengganggu ketenangan warga. Atau kabur dari rumah, kembali ke orang tua & # 39; rumah, dan akan ada drama panjang sampai pasangan itu bisa hidup bersama lagi. Teruslah seperti itu.

5. Setiap keputusan dalam rumah tangga selalu dibayangi oleh kekuasaan orang tua

5 Tanda bahwa keluarga Anda tidak mandiri, hindari jika nanti menikah

Pasangan & # 39; keraguan tentang kemampuan mereka sendiri memudahkan siapa saja untuk ikut campur dalam kehidupan rumah tangga mereka. Terutama orang tua yang sepertinya memiliki kekuatan tak terbatas. Pasangan ini akan menjadi semakin & # 39; lumpuh & # 39; jika mereka secara ekonomi bergantung pada orang tuanya.

Pilihan sekolah anak, misalnya, sangat dipengaruhi oleh persetujuan kakek dan neneknya. Begitu juga dengan gaya parenting di rumah. Bahkan pasangan yang masih tinggal dengan orang tua mereka mungkin tidak pernah berani keluar dari sana untuk mencoba hidup sendiri meskipun mereka diperlakukan dengan buruk.

Setelah melihat tanda-tandanya, apakah ada keluarga seperti ini di sekitar Anda? Jadikanlah itu pelajaran yang berharga agar nantinya tidak mengalami hal yang sama, ya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top