sewa ambulance

Latest News

Amankah konsumsi jamu beras kencur untuk ibu hamil? Ini penjelasannya!

Apakah Bunda pernah bertanya-tanya, amankah konsumsi kencur untuk ibu hamil?

Bila Bunda salah satu orang yang gemar mengonsumsi jamu, mungkin Bunda ingin mencoba mengonsumsi kencur selama kehamilan. Mengingat, manfaat kencur juga tak bisa disepelekan.

Selain dapat dikonsumsi sebagai minuman herbal, kencur juga digunakan sebagai bumbu masakan. Kencur dalam bahasa latin disebut dengan Kaempferia galanga. Sejak lama dikenal sebagai tanaman obat yang digunakan di dalam pengobatan tradisional.

Kandungan dan senyawa kimia di dalam kencur

kencur untuk ibu hamil

Berbagai komposisi zat yang terkandung pada kencur, yaitu:

  • Mineral
  • Sineol
  • Asam sinamat
  • Asam metil kanil dan penta dekaan
  • Borneol
  • Kamphene
  • Etil ester
  • Pati
  • Paraeumarin
  • Asam anisat
  • Gom
  • Alkaloid

Diketahui, kandungan sineol, asam metil kanil, penta dekaan, dan lain sebagainya termasuk ke dalam kelompok minyak-minyak atsiri. Selain itu, senyawa kimia di dalam kencur seperti etil p-metoksisinamat, p-metoksistiren, karen, borneol dan parafin.

Kandungan kimia etil p-metoksisinamat merupakan komponen utama dalam kencur. Sedangkan untuk kandungan minyak atsiri, terdapat sekitar 2,4 – 2,9% kadar minyak atsiri yang menyusun senyawa kencur.

Manfaat kencur untuk ibu hamil 

resep jamu setelah melahirkan

Copyright photo; Nandang Wuyung

1. Mencegah hipertensi atau preeklampsia

Kencur diketahui dapat membantu mencegah tekanan darah tinggi atau hipertensi pada ibu hamil. Kondisi tekanan darah tinggi pada ibu hamil ini disebut juga preeklamsia.

Mengutip dari Klikdokter, dr. Andika Widyatama menjelaskan bahwa preeklampsia adalah suatu komplikasi pada kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan dapat disertai kerusakan organ-organ seperti ginjal dan hati.

“Preeklampsia umumnya terjadi setelah usia kehamilan di atas 20 minggu,” kata dr. Andika.

2. Mengatasi sakit tenggorokan dan batuk

kencur untuk ibu hamil dapat membantu meredakan batuk

Kencur untuk ibu hamil dapat membantu meredakan batuk.

Banyak ibu hamil yang khawatir bila mengonsumsi obat batuk, obat pereda nyeri dan antibiotik. Karena itu, tak sedikit yang memilih mengonsumsi minuman alami seperti jamu jahe dan kencur untuk meredakan batuk.

Mengutip dari Alodokter, dr. Amadeo D. Basfiansa mengatakan batuk yang dialami ibu hamil adalah refleks umum saat ada benda asing, cairan, lendir atau mikroba di dalam tubuh. Tujuannya untuk membersihkan saluran pernapasan.

Meskipun belum banyak penelitian mengenai khasiat kencur untuk mengatasi batuk pada ibu hamil, selama ini banyak ibu hamil yang mendapatkan manfaat ini.

“Namun, sekali lagi yang harus diperhatikan adalah jahe dan kencur tidak seperti obat. Tidak semua jamu memiliki takaran tertentu yang melewati uji klinis dalam laboraturium. Karena itu dampak dan efeknya sering tidak tercatat dengan baik. Sebaiknya tetap berkonsultasi dulu dengan dokter kandungan,” tulis dr. Amadeo.

3. Meningkatkan nafsu makan

Meningkatkan nafsu makan ibu hamil

Ibu hamil dituntut untuk mengonsumsi makanan bergizi untuk mencukupi kebutuhan nutrisi janin. Namun rata-rata sebagian ibu hamil mengalami kehilangan nafsu makan karena mual dan muntah.

Nah, mengonsumsi kencur dipercaya dapat mengatasi nafsu makan yang turun saat sedang hamil. Dengan mengonsumsi jamu beras kencur yang terdiri dari campuran beras, kencur, asam jawa, dan gula, nafsu makan ibu hamil bisa kembali normal.

Tapi jangan lupa untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter ya, Bun.

4. Meredakan nyeri

kunyit untuk ibu hamil membantu mengatasi nyeri sendi

Nyeri pada ibu hamil dapat dirasakan karena pertumbuhan janin di dalam rahim. Tak hanya itu, ibu hamil juga mengalami sejumlah pembengkakan pada beberapa bagian tubuh, seperti kaki, tangan, ataupun pinggang.

Untuk meringankan nyeri, pegal dan bengkak, ibu hamil dapat mengonsumsi beras kencur. Bahkan, saat merasa sakit kepala dan sakit perut, beras kencur diketahui dapat membantu menghilangkan gejalanya.

5. Kencur untuk ibu hamil bisa menenangkan kondisi psikis Bumil

Saat hamil, kondisi emosi lebih tidak stabil karena perubahan pada tubuh dan juga hormon. Tak hanya itu, ibu hamil biasanya mengalami susah tidur, sehingga membuatnya lebih stres.

Menurut sebuah riset, ekstrak kencur yang dikonsumsi secara rutin dapat meringankan gejala stres, gelisah dan depresi. Dengan mengonsumsi kencur, kondisi psikis ibu hamil bisa lebih terkendali.

Meski begitu, penelitian ini masih membutuhkan riset lebih lanjut mengenai khasiat kencur untuk kesehatan tubuh manusia.

Risiko kencur untuk ibu hamil dan jamu jenis lainnya

Mengutip dari American Pregnancy, Meski jamu berasal dari bahan alami, tidak semua jamu aman dikonsumsi saat hamil. Food and Drug Administration (FDA) mengingatkan agar ibu hamil tidak mengonsumsi produk herbal (termasuk jamu), tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungannya.

Sebab, beberapa zat dalam bahan herbal mengandung zat aktif yang dapat memicu keguguran, kelahiran prematur, kontraksi rahim, dan cidera pada janin.

Meski disarankan untuk berkonsultasi dan berhati-hati saat mengonsumsinya, ibu hamil tetap bisa mengonsumsi jamu. Asalkan, jamu tersebut berasal dari tumbuhan alami dan sudah terbukti khasiatnya.

Tips mengonsumsi jamu atau produk herbal saat hamil

Berikut adalah daftar tips keamanan saat mengkonsumsi jamu selama kehamilan.

  • Batasi dosis dan hari saat mengonsumsi jamu
  • Jangan gabungkan terlalu banyak bahan herbal sekaligus
  • Gunakan bahan herbal yang berbeda pada waktu yang berbeda selama kehamilan
  • Selalu ikuti instruksi dokter tentang konsumsi herbal
  • Bila mengonsumsi dalam bentuk kemasan, pastikan sudah ada label keamanan dari BPOM.

Jangan lupa untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan sebelum mengonsumsinya ya, Bun.

***

: American Pregnancy, KlikDokter, Alodokter

Jamu untuk ibu hamil belum tentu aman dikonsumsi, catat risikonya Bun!

 

The post Amankah konsumsi jamu beras kencur untuk ibu hamil? Ini penjelasannya! appeared first on theAsianparent- Panduan Kehamilan, Bayi dan Membesarkan Anak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top