sewa ambulance

Latest News

Bayi sering rewel saat ditinggal Bunda? Inilah 7 cara mengatasinya!

Separation anxiety pada bayi merupakan suatu gejala kecemasan yang ditunjukkan bayi apabila Bunda tidak ada di sisinya. Umumnya kondisi ini dialami bayi ketika memasuki usia 6 hingga 7 bulan.

Contoh bayi akan menunjukkan separation anxiety yaitu ketika Bunda meninggalkannya untuk pergi bekerja atau untuk kepentingan lainnya. Serta, di malam hari ketika Bunda meninggalkan si kecil untuk tidur di kamar yang berbeda.

Mayoritas bayi akan mengalami puncak kecemasan ini pada usia antara 10 hingga 18 bulan. Namun, kondisi ini tidak akan berlangsung lama, karena saat memasuki usia 2 tahun, separation anxiety pada bayi mulai berkurang.

Artikel terkait : 3 Tipe kecemasan pada anak yang sering tak disadari orangtua, jangan abaikan!

Apakah separation anxiety pada bayi adalah kondisi yang wajar?

separation anxiety

Melansir dari laman Parents.com, Ross A. Thompson, Ph.D., seorang profesor psikologi di University of Nebraska, Lincoln, mengatakan jika rasa cemas berpisah merupakan hal normal dalam perkembangan anak. Ini juga tanda anak terkoneksi dengan orangtuanya.

Sementara itu, menurut Jessica Mercer Young, Ph.D., setiap anak akan mengalami kondisi kecemasan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, orangtua dilarang menyamaratakannya, atau bahkan membandingkan anak satu dengan anak lainnya.

“Waktu dan intensitas kecemasan ketika berpisah dengan orangtua mungkin berbeda pada setiap anak,” kata Young, peneliti dari Pusat Pengembangan dan Pendidikan di Newton, MA.

Young menambahkan, intensitas cemas anak juga tergantung pada temperamennya, serta beragam faktor lain. Misalnya, jika bayi sudah terbiasa ditinggal bersama pengasuh, cenderung akan lebih tenang saat ditinggal. Namun, jika bayi dalam keadaan lelah, lapar, atau sakit, ia cenderung lebih mudah rewel saat Bunda pergi.

Si kecil kemungkinan langsung menangis begitu Bunda melangkah pergi. Akan tetapi, yakinlah dia mungkin akan tenang tak lama setelah Bunda berjalan keluar dari pintu.

Bagaimana mengatasi separation anxiety pada bayi?

Berikut ini kiat-kiat mengatasi separation anxiety pada bayi yang patut Bunda ketahui:

1. Buat ritual perpisahan yang cepat

separation anxiety pada bayi

Saat akan berpamitan pergi dengan si kecil, lakukanlah dengan cepat. Misalnya, Bunda langsung pergi setelah mendaratkan kecupan tiga kali di pipinya.

Semakin lama momen berpamitan, maka semakin lama bayi mengalami cemas. Melansir dari Healthychildren.org, ada masa transisi rasa cemas yang bayi rasakan ketika Bunda pergi, hingga rasa aman itu datang kembali. Nah, dengan berpamitan segera, maka masa transisi ini cepat dilaluinya.

2. Bersikaplah konsisten

Upayakan untuk pergi pada waktu yang sama setiap hari. Sehingga hal ini terasa seperti kegiatan yang berulang bagi bayi dan ia akan terbiasa.

Secara bersamaan, rutinitas ini dapat membangun kepercayaan anak kepada Bunda. Ia memahami bahwa Bunda pasti kembali, sehingga ia nantinya ia bisa tumbuh menjadi balita yang mandiri.

3. Penuh perhatian saat berpisah

Saat berpisah, beri anak perhatian penuh, berikan kasih sayang paling tulus. Kemudian ucapkan selamat tinggal dengan cepat, terlepas dari kelucuan atau tangisannya agar Bunda tetap tinggal.

Ingat, tidak perlu merasa bersalah saat meninggalkan anak sementara waktu di rumah, ya, Bun! Selagi anak dijaga dengan baik oleh keluarga maupun pengasuhnya.

4. Bunda jangan kabur diam-diam untuk mencegah separation anxiety pada bayi

Hindari menyelinap keluar. Kesalahan besar pergi ketika anak tidak menyadari Bunda pergi, atau Bunda menyelinap pergi ketika anak sedang beraktivitas, tanpa pamit padanya.

“Anak tiba-tiba cemas atau kesal karena dia tidak mendapatkan kesempatan untuk mengucapkan selamat tinggal atau memberikan kecupan perpisahan,” jelas Young.

Artikel terkait : Parents, kenali perbedaan antara stres dengan penyakit mental gangguan kecemasan pada anak ini

5. Tentukan waktu kembali yang jelas

separation anxiety pada bayi

Ketika pergi dan berjanji akan segera pulang, sampaikan kapan tepatnya Bunda akan kembali. Sampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami si kecil.

6. Latihan berpisah

Latih dan biasakan anak tanpa keberadaan Bunda, meski hanya satu jam. Misalnya, ketika berkunjung ke rumah nenek, saudara atau orang yang sudah dikenal anak, coba tinggalkan ia sejenak dan lihat reaksinya.

Latihan berpisah juga baik dilakukan sebelum mulai si kecil mulai preschool atau prasekolah. Tak luput, Bunda juga harus melatih anak untuk melakukan beragam kebiasaan sebelum berpisah, seperti melambaikan tangan dan berpelukan.

Beri anak  kesempatan untuk bersiap, mengalami, dan berkembang tanpa terus tergantung dengan keberadaan Bunda.

7. Buat kegiatan yang menyenangkan sebelum tidur

Jika kecemasan anak kumat di malam hari, cobalah buat kegiatan yang menyenangkan sebelum tidur. Seperti membacakan dongeng, kecupan sebelum tidur, dan lainnya.

Aktivitas tersebut akan membuat anak siap bila harus berpisah di waktu yang akan datang. Bunda juga dapat merekam suara ketika sedang bercerita, sehingga ketika Bunda tidak ada, rekaman suara bisa diputar ulang agar anak tidak merasa kesepian.

***

Demikian informasi tentang seperation anxiety pada bayi. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Bunda.

9 Tahun tinggal di kota yang beda dari anak, ibu ini bagikan 5 tips LDR

The post Bayi sering rewel saat ditinggal Bunda? Inilah 7 cara mengatasinya! appeared first on theAsianparent- Panduan Kehamilan, Bayi dan Membesarkan Anak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top