sewa ambulance

Latest News

Belum Memenuhi Persyaratan untuk PSBB, Aceh Masih Siap Siaga

Banda Aceh, IDN Times – Wabah virus Corona atau COVID-19 terus melanda Indonesia. Bahkan, jumlah kasus positif dan korban yang telah meninggal terus meningkat di sejumlah daerah. Tidak hanya korban, dampaknya juga mempengaruhi ekonomi, sosial, budaya, politik, pertahanan, dan kesejahteraan masyarakat.

Melihat dampak yang sangat besar, Pemerintah Republik Indonesia berupaya mengatasinya dengan mengambil batasan sosial berskala besar (PSBB). Penanggulangan ini diperkuat lebih lanjut melalui Peraturan Pemerintah (PP) No. 21 tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Skala Besar dalam Konteks Percepatan Virus Korupsi 2019 (COVID-19) yang ditandatangani oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo pada tanggal 31 Maret , 2020.

Sejak itu, sejumlah daerah telah mulai memberlakukan pembatasan pada kegiatan tertentu, terutama penduduk di daerah yang diduga terinfeksi COVID-19, untuk mencegah penyebaran virus.

Menurut data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Kamis (16/4), tercatat ada 10 daerah, mulai dari kabupaten kota hingga provinsi pelaksana PSBB. Terutama, daerah yang sudah masuk ke zona merah atau jumlah kasing yang tinggi.

Lalu, bagaimana dengan Provinsi Aceh di mana tidak ada lagi kasus sekarang tetapi ada positif COVID-19 pasien yang meninggal?

Berikut ini adalah penjelasan dari Penjabat Gubernur Aceh, Nova Iriansyah mengenai PSBB di daerah yang ia pimpin saat ini.

1. Aceh belum memenuhi syarat untuk menerapkan CBDR

Belum Memenuhi Persyaratan untuk PSBB, Aceh Masih Siap Siaga

Ada juga daerah yang mungkin menerapkan CBSS untuk memiliki kriteria tertentu, sesuai dengan Pasal 3 PP No. 21 tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Skala Besar dalam Kerangka Penanganan Penanganan COVID-19.

Kriteria dalam poin A disebutkan, bahwa jika suatu daerah jumlah kasus dan / atau jumlah kematian akibat penyakit meningkat dan menyebar secara signifikan dan cepat ke beberapa daerah. Lebih lanjut, dalam poin B, dinyatakan bahwa ada hubungan epidemiologis dengan kejadian serupa di wilayah atau negara lain.

Aceh saat ini tidak termasuk dalam wilayah zona merah, tetapi provinsi yang dijuluki Serambi Makkah telah menemukan kasus positif infeksi COVID-19. Namun, Nova memastikan bahwa ada pra-kondisi yang harus dipenuhi ketika menerapkan PSBB di Tanah Rencong.

"Ada prasyarat yang harus kita penuhi sebelum kita menyerahkan PSBB. Untuk Aceh, statusnya belum menjadi zona merah untuk ukuran Kementerian Kesehatan atau untuk ukuran aturan," kata Nova.

2. Jika dilihat dari kondisi, Aceh tidak memasuki pra-kondisi CBDR

Belum Memenuhi Persyaratan untuk PSBB, Aceh Masih Siap Siaga

Penjabat Gubernur Aceh menjelaskan, jika membahas PP No. 21 tahun 2020, maka ada persyaratan tertentu untuk menerapkan PSBB. Sesuai dengan Pasal 3 dari pernyataan sebelumnya.

"Kami sedang membahas PP No. 21, untuk persyaratan yang diajukan dalam PP Departemen Kesehatan kami belum masuk ke pra-kondisi, jadi kami tidak bisa secara resmi menyerahkannya," jelas Nova.

Jika kita melihat jumlah kasus dan tingkat kematian, menurut situs resmi Dinas Kesehatan Provinsi Aceh, tidak ada perpindahan kasus yang begitu signifikan hingga Kamis (16/4). Masih 5 kasus ditemukan, 4 di antaranya dinyatakan sembuh dan 1 orang lainnya meninggal.

3. Siap jika PSBB memang diperlukan

Belum Memenuhi Persyaratan untuk PSBB, Aceh Masih Siap Siaga

Meskipun Nova tidak memenuhi kriteria regional yang harus menerapkan PSBB, Nova mengatakan bahwa Aceh secara administratif telah terinfeksi COVID-19 sehingga dia masih mempertimbangkan semua zona merah.

Karena itu, jika PSBB diimplementasikan di salah satu daerah di Provinsi Aceh, ia siap dijalankan. Bahkan, sudah dibicarakan dengan setiap bupati kota.

"Kami siap, apakah di seluruh Aceh atau di kabupaten tertentu di kota-kota tertentu, kapan saja, jika kami serahkan," kata Nova.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top