sewa ambulance

Latest News

Bersiaplah, PSBB Ketat Jakarta diperpanjang lagi hingga 11 Oktober 2020

Penduduk ibu kota tetap akan menjalani pembatasan kegiatan sosial. Pasalnya, PSBB Jakarta yang ketat diperpanjang hingga 11 Oktober 2020.

Seperti diketahui, Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) yang ketat di Jakarta semula berlaku selama dua pekan, yakni 14-27 September 2020. Keputusan itu diambil setelah melihat tren kasus positif kembali meningkat selama September. Terlebih lagi, ranjang rumah sakit dikatakan hampir terisi penuh.

Namun, sekarang pemerintah memutuskan untuk memperpanjang permohonan PSBB selama dua minggu lagi yaitu hingga 11 Oktober 2020. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan tertuang dalam Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 959 Tahun 2020.

PSBB Ketat Jakarta diperpanjang dua minggu

PSBB ketat Jakarta diperpanjang

Perpanjangan PSBB yang ketat ini dilakukan berdasarkan pemantauan kondisi terkini. Anies mengatakan, PSBB kembali diperpanjang karena jumlah kasus positif COVID-19 berpotensi meningkat lagi jika PSBB dilonggarkan.

“Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi DKI Jakarta, perlu dilakukan perpanjangan pembatasan hingga 14 hari ke depan jika kasus belum turun signifikan,” kata Anies dalam keterangan tertulisnya, Kamis. (24/9/2020) seperti dikutip dari berita. Kompas.com.

Anies menegaskan, Pemprov DKI Jakarta terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dalam penanganan kasus COVID-19. Meski data menunjukkan kasus di wilayah Jakarta mengalami kemiringan lereng, namun wilayah sekitarnya masih menunjukkan tren peningkatan.

"Dalam rapat koordinasi terkait antisipasi perkembangan kasus COVID-19 di Jabodetabek, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Penanaman Modal (Marives) menunjukkan data DKI Jakarta miring dan terkendali, namun kawasan Bodetabek masih bertambah," Anies menjelaskan.

Hal inilah yang mendorong Pemprov DKI memperpanjang ketat PSBB di ibu kota. Jadi, langkah kebijakan perlu diselaraskan. Menteri Koordinator Marinir juga menyetujui otomatis perpanjangan PSBB Jakarta selama dua pekan, ”lanjutnya.

Menurut dia, salah satu kunci menekan kenaikan itu adalah dengan bekerja sama dalam hal memutus rantai penularan. Baik warga maupun pemerintah harus terus berkoordinasi.

“Mendasarkan diagram kasus aktif bukanlah tujuan akhir. Kami masih harus terus bekerja sama untuk memutus rantai penularan. Pemerintah terus meningkatkan 3T dan warga perlu di rumah dulu, hanya bepergian bila perlu dan menerapkan 3M, "pungkas Anies.

Artikel terkait: 7 poin penting dari Permenkes Nomor 9 tentang PSBB yang perlu Anda ketahui

Wilayah Jakarta Selatan, Bekasi, dan Tangerang kembali masuk zona merah

PSBB ketat Jakarta diperpanjang

Jakarta Selatan diketahui kembali masuk kategori zona merah COVID-19. Padahal sebelumnya berdasarkan data per 13 September, kawasan ini sudah masuk dalam kategori zona oranye. Tiga kota lain di DKI Jakarta juga masuk kategori zona merah, yakni Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Jakarta Timur.

Selain itu, tercatat empat kota dan kabupaten yang termasuk dalam kota penyangga juga masuk dalam zona merah. Keempat wilayah tersebut adalah Kota Bekasi, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang. Sedangkan Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten Bekasi, dan Kabupaten Bogor saat ini masuk dalam kategori zona oranye.

Berdasarkan pemantauan peta sebaran kasus COVID-19 terbaru yang diakses melalui https://covid19.go.id/, hingga saat ini terdapat 66.731 jumlah kasus positif di DKI Jakarta. Laporan perkembangan kasus harian menunjukkan bahwa ada 1.044 kasus positif pada 24 September 2020, turun dari 1352 kasus pada 21 September.

Artikel terkait: Rumah Sakit Nyaris Penuh Penderita Covid-19, Jakarta Lagi, PSBB Total

Klaster hotel, pernikahan, pesantren, dan panti asuhan

Cluster perkantoran masih menjadi penyumbang terbesar kasus positif terkonfirmasi di DKI Jakarta. Namun, baru-baru ini muncul cluster baru. Diantaranya, dari acara pernikahan, hotel, pesantren, hingga hiburan malam.

Hal tersebut disampaikan oleh Anggota Tim Ahli Satgas Penanganan COVID-19, Dewi Nur Aisyah. “Ada beberapa yang baru yang sebelumnya tidak ada. Contohnya cluster hotel yang sudah mulai ada, ada pesantren, ada nightlife. Tempat-tempat baru bermunculan yang berpotensi penularan. Kegiatan perkawinan sudah mulai terlihat, ”ujarnya.

Sedangkan di Kota Tangerang, 33 anak yatim piatu di salah satu panti asuhan dinyatakan terkena COVID-19. Menurut keterangan Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah, penyebaran virus Corona di panti asuhan bermula dari salah satu pengasuh.

Pengasuhnya positif COVID-19, tetapi tanpa gejala. “Dia masih mengasuh anak-anak dan sebagainya, pada akhirnya anak-anak tertular,” kata Arief Kompas.com.

Kini, seluruh anak yatim piatu beserta pengasuhnya telah dibawa ke Puskesmas Jurumudi untuk menjalani isolasi.

****

Seperti yang sudah berkali-kali dikemukakan para ahli kesehatan, kunci utama memutus rantai penyebaran corona adalah dengan membatasi interaksi sosial. Apalagi pertemuan-pertemuan yang tidak mendesak harus dihindari.

Selain itu, penting bagi setiap orang untuk menerapkan protokol kesehatan lainnya. Semoga keluarga di rumah sehat dan terlindungi. Orangtua.

:

Perhatikan! 8 Aturan PSBB Ketat di Jakarta yang Berlaku Hari Ini

Postingan Bersiaplah, PSBB Ketat Jakarta Diperpanjang Lagi Hingga 11 Oktober 2020 muncul pertama kali di theAsianparent: Situs Parenting Terbaik di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top