sewa ambulance

Latest News

Curiga, Ibu Lubangi Tembok untuk Membuktikan Suami Raping Suaminya

Seorang wanita bernama Yati di Kabupaten Musi Rawas, Sumatra Selatan menyaksikan kebejatan suaminya. Alasannya, dia menangkap putranya yang diperkosa suaminya yang mengalami keterbelakangan mental.

Tindakan bejat yang dilakukan oleh Usup (55) berhasil diungkap pada Sabtu (8/1/2020). Yati, yang sudah lama curiga, dengan sengaja menembus dinding kamar putrinya untuk mencari tahu apa yang terjadi.

Dia terkejut bukan kepalang ketika mengetahui kecurigaannya telah terbukti. Dengan matanya sendiri, dia menyaksikan sang suami memperkosa putranya.

Hancurkan Tembok untuk Mengintai Suami Raping Suaminya

memperkosa suami anaknya

Yati mati-matian menembus dinding kamar putrinya untuk memata-matai pelaku. Saat itu, sekitar pukul 09.00 waktu setempat, suami dan putrinya berada di dalam rumah.

Merasa aman karena Yati tidak ada, Usup bergegas ke kamar putri tirinya dan segera menutup jendela. Dia kemudian memanggil gadis malang itu untuk masuk karena pada saat itu anak tirinya ada di luar ruangan.

Yati mendengar dan menyaksikan para pelaku & # 39; bertindak memperkosa putrinya karena dia mengintai dari dinding. Namun, dia tidak bisa mengambil tindakan.

Ibu Ini Melaporkan Kepala Dusun Setelah Mengetahui Pemerkosaan Suaminya

memperkosa suami anaknya

Melalui lubang di dinding ruangan, Yati menyaksikan tindakan biadab pelaku memperkosa anaknya. Dia melihat anak itu tak berdaya ketika pelaku melakukan tindakan. Dia juga melihat, tak lama setelah dia melakukan kejahatan, pelaku mengambil handuk biru dan bergegas ke kamar mandi.

Saat itu, tanpa berpikir panjang, Yati segera mendatangi kepala dusun setempat (Kadus) untuk melaporkan peristiwa yang baru saja disaksikannya.

"Berdasarkan penyelidikan Unit Kriminal Polisi Muara Kelingi, memang benar dugaan kejahatan hubungan seksual atau tindakan cabul terhadap anak di bawah umur diduga dilakukan oleh tersangka Usup yang merupakan ayah tiri korban," kata Kepala Kepolisian Muara Kelingi, Iptu Hendrawan, Senin (3/8) / 2020).

: Bagaimana mungkin kamu! Seorang ayah memperkosa anak kandungnya sampai dia hamil karena istrinya

Aktor Mengakui Tindakan Jahatnya

memperkosa suami anaknya

Setelah dilaporkan, polisi segera melakukan penyelidikan dengan menggerebek rumah pelaku. Petugas menyita barang bukti berupa handuk biru yang dikenakan oleh Usup dan pakaian yang dikenakan oleh korban pada saat kejadian.

Saat diperiksa oleh petugas, Usup mengakui tindakannya. Statusnya juga meningkat menjadi tersangka. Dia juga diuji kesehatannya di pusat kesehatan setempat. Saat ini ia mendekam di sel penjara untuk menjalani penyelidikan.

"Selanjutnya, penangkapan para pelaku dan status tersangka telah ditingkatkan. Para pelaku kemudian dibawa ke Puskesmas untuk memeriksa kesehatan mereka dan setelah dinyatakan sehat mereka segera diamankan untuk proses penyelidikan," jelasnya.

Tindakan mesum ini Tidak Hanya Dilakukan Sekali

Tindakan Usup diduga tidak terjadi hanya sekali. Alasannya, Yati, sang ibu sudah lama curiga.

Sayangnya, kecurigaan hanya menemukan bukti setelah dia bertekad untuk melakukan pengawasan melalui lubang di dinding ruangan. Dugaan ini juga diakui oleh polisi. Kepala polisi Iptu Hendrawan mengatakan saksi telah lama curiga tetapi belum menemukan bukti.

"Itu diduga bukan tindakan pertama, karena sudah lama dicurigai oleh saksi yang merupakan ibu korban," katanya.

Ancaman Hukuman bagi Pelaku

Kasus seorang ibu yang melaporkan pemerkosaan suaminya adalah tindak pidana yang dapat dikriminalkan. Khusus untuk kasus Usup di mana korban masih di bawah umur.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, seorang tersangka dapat dituntut berdasarkan Pasal 76 D.

Artikel itu berbunyi: "Setiap orang dilarang melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan untuk memaksa anak melakukan hubungan intim dengannya atau dengan orang lain"

Usup harus bersiap-siap karena jika terbukti bersalah, ia akan menjalani hukuman maksimal lima belas tahun penjara dan denda maksimal lima miliar rupiah. Selain itu, jika pelakunya adalah orang tua, wali, wali anak, pendidik, atau staf pendidikan, maka ancaman kriminal akan ditambahkan oleh orang ketiga.

Ini sesuai dengan ancaman pidana terhadap kasus pelecehan seksual yang ditulis dalam pasal 81. Berikut ini adalah bacaan:

(1) Setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76D dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan maksimal 15 (lima belas) tahun dan sebagian besar denda Rp. 5.000.000.000,00 (lima milyar rupiah).

(2) Ketentuan pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) juga berlaku bagi siapa pun yang dengan sengaja melakukan trik, serangkaian kebohongan, atau membujuk Anak untuk melakukan hubungan intim dengannya atau dengan orang lain.

(3) Dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh Orang Tua, Wali, Pengasuh Anak, tenaga pendidik, atau tenaga kependidikan, maka pidana ditambahkan 1/3 (sepertiga) dari ancaman pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

***

Demikianlah kasus ibu yang melaporkan suaminya & # 39; pemerkosaan. Semoga tidak ada lagi pelecehan seksual yang terjadi pada anak di bawah umur.

Pos Mencurigakan, Dinding Ms Lubangi untuk Membuktikan Suami Raping Suaminya muncul pertama kali di theAsianparent: Situs Parenting Terbaik di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top