sewa ambulance

Latest News

Faktanya, Anak-anak yang Pergi ke Mal dan Sekolah pada Saat Pandemi Sama Bahayanya!

Ada anomali yang berkaitan dengan anak-anak zaman itu normal baru ini. Anak-anak tidak bersekolah karena alasan kesehatan, namun tidak sedikit orang tua yang begitu saja menerimanya mall untuk berbelanja atau rekreasi. Sebenarnya, seberapa besar bahaya yang dihadapi anak itu mall dan sekolah? Simak fakta-fakta berikut ini ya, Orangtua.

Sejak pandemi, sudah hampir 6 bulan sejak anak-anak belajar dari rumah atau sekolah online tanpa bertatap muka. Tadinya saya masih gagap, tapi sekarang sudah terbiasa. Namun, tentu saja kebosanan tetap ada. Anak-anak juga ketinggalan kelas belajar dan bermain dengan teman-teman mereka.

Mengapa Sekolah Ditutup Selama Pandemi?

Padahal tahun ajaran baru sudah dimulai Pada 13 Juli 2020, bukan berarti siswa diharuskan datang ke sekolah di tengah kekhawatiran akan pandemi COVID-19. Keputusan untuk membuka kembali sekolah akan didasarkan pada pertimbangan Satgas Percepatan Penanganan.

Pembukaan kembali sekolah di tengah pandemi dianggap berisiko tinggi tertular COVID-19 karena anak-anak rentan tertular dan menularkan virus. Studi terbaru juga menunjukkan bahwa anak-anak di bawah usia lima tahun sebenarnya lebih banyak membawa SARS-CoV-2 di saluran pernapasan mereka daripada yang lebih tua.

Sementara itu, dilansir dari Tempo (24/7/2020) data IDAI menunjukkan Kematian anak akibat COVID-19 di Indonesia hingga Juli 2020 masih tinggi. Secara keseluruhan, tercatat 70% kasus anak yang meninggal akibat infeksi COVID-19 berusia di bawah enam tahun.

Karena itu, Ketua IDAI DR, Dr. Aman Bhakti Pulungan, mengatakan pihaknya meminta pemerintah tidak membuka sekolah hingga akhir 2020. Tindakan itu diduga untuk mengantisipasi lonjakan kasus kedua COVID-19.

Artikel Terkait: Belajar dari Rumah Terus, Begini Pedoman dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Sekolah dan Pesantren menjadi cluster distribusi COVID-19

bahaya anak-anak pergi ke mal dan sekolah

Foto: ANTARA

Fakta terbaru juga membuktikan bahwa pesantren yang dibuka kembali menjadi cluster baru penyebaran virus. Dikutip dari Kompas (11/7/2020), setidaknya ada 5 pondok pesantren yang telah menjadi penyebaran cluster COVID-19, termasuk:

  1. Pondok Pesantren Al Fatah Temboro Magetan.
  2. Pondok Pesantren Gontor, Ponorogo.
  3. Kemudian Pondok Pesantren Sempon di Wonogiri.
  4. Pondok Pesantren di Kota Tangerang.
  5. Pondok Pesantren di Pandeglang.

Status zona hijau tidak dapat menjadi jaminan bahwa sekolah aman untuk anak-anak. Gugus sekolah bermunculan di sejumlah wilayah di Jawa Tengah saat terjadi pandemi COVID-19, yakni di Tegal, Pati, dan Rembang.

Mengapa Mal Bisa Buka Saat Sekolah Tutup?

Dikutip dari Antara, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menjelaskan alasan pemerintah mengizinkannya. mall dan bandara tetap buka selama pandemi COVID-19.

"Misalnya, mengapa masjid ditutup, mall kok dibuka. Saya kira yang dibuka itu tidak melanggar hukum karena ada 11 sektor tertentu yang secara hukum bisa dibuka, secara protokoler, ‚ÄĚkata Mahfud.

Dia menjelaskan, mall sebagian dibolehkan tetap beroperasi karena menyediakan layanan yang termasuk dalam 11 sektor layanan yang dikecualikan dari penerapan pembatasan sosial skala besar (PSBB) untuk pengendalian penularan COVID-19.

Sektor-sektor tersebut antara lain penyedia layanan untuk memenuhi kebutuhan pangan dan bahan bakar minyak, kesehatan, komunikasi, dan distribusi logistik.

Artikel Terkait: 10 Aktivitas Anak Agar Aktif Saat Di Rumah, Seru dan Seru!

Anak-anak Pergi ke Mall dan Sekolah, Sama-sama Bahaya!

bahaya anak-anak pergi ke mal dan sekolah

Banyak sekolah yang masih tutup sementara mall yang sudah terbuka. Ini membuat orang tua lengah dan mengundang anak-anak untuk pergi mall dengan alasan sudah bosan di rumah. Namun keduanya pergi ke sekolah dan pergi ke mall, sama berbahayanya bagi anak.

Seperti halnya sekolah dan pondok pesantren, pusat perbelanjaan juga bisa menjadi cluster penyebaran COVID-19. Data mengatakan dua mall Di Surabaya, Tunjungan Plaza dan Pakuwon Mall menjadi cluster baru penyebaran COVID-19 pada awal Mei 2020.

Sementara itu, mengutip Kompas, pada awal Agustus 2020, Giant Extra Retail Margo City ditetapkan sebagai salah satu cluster transmisi COVID-19 di Depok, Jawa Barat. Tidak menutup kemungkinan mal Di kota lain juga bisa menjadi cluster baru yang akan meningkatkan jumlah penderita COVID-19 di Indonesia.

Fakta di atas menunjukkan hal itu mall tidak aman untuk anak-anak dan lebih disukai Orangtua tidak mengundang anak-anak masuk mall selama pandemi.

Rekomendasi IDAI Terkait Aktivitas Anak di Luar Rumah Saat Pandemi

bahaya anak-anak pergi ke mal dan sekolah

Pada 17 Juni 2020 Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merilis rekomendasi terkait aktivitas anak di luar rumah saat terjadi pandemi..

IDAI merekomendasikan aanak-anak harus tinggal di rumah. Para orang tua dan keluarga juga diimbau untuk tidak membawa anaknya ke tempat umum seperti pusat perbelanjaan, taman, atau berkumpul untuk membuat keramaian.

Jika anak harus dibawa keluar rumah karena terdesak, ia harus selalu ditemani oleh orang tua atau wali dan menjaga jarak fisik 2 meter. Anak-anak di atas usia 2 tahun disarankan untuk memakai masker dan menambahkannya pelindung wajah jika tidak optimal.

Anak-anak juga harus menggunakan pembatas atau pembatas sesuai dengan alat yang digunakan saat berpergian misalnya kereta bayi dengan penutup pada anak di bawah 2 tahun. Jangan lupa sering-sering cuci tangan, hindari menyentuh mata, mulut dan hidung, serta jauhi orang yang sedang sakit.

Mengingat bahaya yang dihadapi anak itu mall dan sekolah, lebih disukai Orangtua selalu waspada dan jangan bawa anak keluar rumah kecuali sangat mendesak. Namun demikian, orang tua tetap bertanggung jawab penuh atas kesehatan anak-anaknya, terutama bayi dan balita.

Baca juga:

Social Distancing, 5 Musim Ini, Unggah Kegiatan Belajar Bersama Anak di Rumah!

Faktanya, Anak-anak yang Pergi ke Mal dan Sekolah Saat Pandemi Sama Berbahaya! muncul pertama kali di theAsianparent: Situs Parenting Terbaik di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top