sewa ambulance

Latest News

Jokowi Minta Menteri untuk Bekerja Lebih Cepat, Tidak Lagi!

Jakarta, IDN Times – Presiden Joko "Jokowi" Widodo kembali mengingatkan stafnya tentang kondisi dunia saat ini yang sedang mengalami krisis, terutama di bidang kesehatan dan ekonomi. Karena itu, Jokowi meminta semua stafnya untuk memiliki rasa krisis dan bekerja lebih keras.

"Dalam situasi krisis, kita harus bekerja lebih keras. Jangan bekerja seperti biasa. Bekerja lebih keras dan bekerja lebih cepat. Itulah yang saya inginkan dalam kondisi saat ini," kata Jokowi dalam arahannya pada pertemuan terbatas, di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (7/8/2020)

1. Jokowi meminta agar target waktu untuk membuat Permen dan PP dipercepat

Jokowi Minta Menteri untuk Bekerja Lebih Cepat, Tidak Lagi!

Agar bekerja lebih cepat, Jokowi juga meminta agar pembiayaan Peraturan Menteri (Permen) dan Peraturan Pemerintah (PP) tidak bertele-tele. Dia ingin target waktu pembuatan Candy dan PP juga dipercepat.

"Membuat Permen (Peraturan Menteri) yang biasanya mungkin untuk dua minggu, ya satu hari selesai, membuat PP (Peraturan Pemerintah) yang biasanya sebulan, ya dua hari selesai, itu yang saya inginkan," kata Jokowi .

2. Jokowi meminta menterinya untuk melamar pintasan cerdas

Jokowi Minta Menteri untuk Bekerja Lebih Cepat, Tidak Lagi!

Mantan Gubernur DKI Jakarta juga mendorong pembantunya untuk tidak hanya bekerja menggunakan metode biasa. Selanjutnya, Jokowi meminta stafnya membuat terobosan dalam menerapkan prosedur, misalnya dengan melamar pintasan pintar.

"Kita harus ganti saluran dari biasa pindah saluran untuk luar biasa. Dari cara yang sebelumnya rumit, ganti saluran dengan cara cepat dan sederhana. Dari prosedur operasi standar normal (SOP), kita harus berubah saluran ke SOP pintasan cerdas, "jelas Jokowi.

"Bagaimana Anda melakukannya, tuan dan nyonya, Anda tahu lebih baik dari saya, selesaikan ini. Kembali lagi, jangan biasa-biasa saja," tambahnya.

3. Jokowi mengatakan bahwa ekonomi global diprediksi akan mengalami kontraksi minus 7,6 persen

Jokowi Minta Menteri untuk Bekerja Lebih Cepat, Tidak Lagi!

Di bidang ekonomi, Jokowi mengatakan bahwa prediksi ekonomi dunia juga kurang menggembirakan. Menurut informasi yang ia terima dari Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD), kontraksi ekonomi global diprediksi akan mencapai minus 6 hingga 7,6 persen.

"Jika kita tidak ngeri dan menganggap ini biasa-biasa saja, wow, sangat berbahaya. Belanja juga biasa-biasa saja, pengeluaran kami biasa-biasa saja, tidak ada akselerasi, "kata Jokowi.

Kontraksi ekonomi dialami oleh Indonesia pada kuartal pertama, di mana pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada 2,97 persen, turun dari biasanya 5 persen. Meskipun angka-angka pada kuartal kedua belum keluar, Presiden mengingatkan stafnya untuk berhati-hati mengingat ada penurunan permintaan, pasokan, dan produksi.

"Dari permintaan, Pasokan, produksiMereka semua terganggu dan hancur. Kami juga harus memahami dan menyadari hal ini. Karena apa? Ya kami membatasi mobilitas. Mobilitas terbatas, pariwisata anjlok. Mobilitas dibatasi, hotel dan restoran langsung jatuh, terganggu. Mal ditutup, gaya hidup jatuh, terganggu, "katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top