sewa ambulance

Latest News

[LINIMASA-2] Perkembangan Terkini dalam Wabah Virus Corona di Indonesia

Jakarta, IDN Times – Setelah mengepung wilayah Asia Tenggara, virus korona atau COVID-19 akhirnya menyerang Indonesia. Dua orang dinyatakan positif terkena virus korona pada 2 Maret 2020. Pengumuman kasus virus korona pertama disampaikan langsung oleh Presiden Joko "Jokowi" Widodo bersama dengan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, di Istana Merdeka, Jakarta, pada 2 Maret , 2020.

Kasus pertama virus korona di Indonesia berasal dari kehadiran orang asing dari Jepang yang positif virus corona mengunjungi Indonesia. Terawan mengatakan bahwa warga negara asing Jepang yang tinggal di Malaysia sudah terinfeksi COVID-19 ketika ia datang ke Indonesia.

Orang asing Jepang kemudian mengkonsumsi obat penurun demam, sehingga ketika mereka tiba di Bandara Soekarno-Hatta mereka tidak terdeteksi menggunakan alat pemindai termo. Berikut ini adalah kasus virus korona di Indonesia mulai dari Kasus 1 dan Kasus 2 hingga saat ini.

23 Mei: Penambahan kasus virus korona di Indonesia telah melonjak menjadi 949 orang per hari hari ini

[LINIMASA-2]  Perkembangan Terkini dalam Wabah Virus Corona di Indonesia

Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus korona atau COVID-19, Achmad Yurianto, mengatakan jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia telah meningkat sebanyak 949 orang. Dengan demikian, pada 22 Mei 2020 pukul 12.00 Waktu Indonesia Barat hingga 23 Mei 2020 pukul 12.00 Waktu Indonesia Barat, total kasus positif adalah 21.745 kasus.

"Ini adalah gambaran yang kami dapatkan bahwa transmisi masih terus terjadi. Oleh karena itu, pesan pemerintah tentang COVID diikuti dengan baik," kata Yuri dalam pernyataan pers yang disiarkan langsung dari saluran YouTube BNPB Indonesia, Sabtu (5/5) 23).

Sedangkan untuk pasien yang pulih dari COVID-19, Yuri mengumumkan bahwa jumlahnya meningkat. Pasien COVID-19 yang pulih sekarang mencapai 5.249 orang.

"Penyembuhan meningkat 192 orang, sehingga total menjadi 5.249," kata Yuri.

Yuri juga melaporkan bahwa jumlah pasien positif COVID-19 yang telah meninggal telah mencapai 1.351 kasus. Sampai hari ini, ada 25 kematian tambahan.

"25 orang tewas, sehingga menjadi 1.351," katanya.

Selain itu, Yuri juga menjelaskan bahwa jumlah orang yang diawasi (ODP) yang tercatat masih dipantau hingga Sabtu (23/5), yaitu 49.958 orang.

"Pemantauan yang dilakukan pada ODP hingga saat ini 49.958 sedang dalam proses pemantauan," katanya.

Sementara itu, jumlah pasien di bawah pengawasan (PDP) yang juga masih dipantau adalah 11.495 orang. Saat ini, Indonesia telah menyediakan 85 laboratorium PCR Real Time dan 39 laboratorium TCM.

22 Mei: Jumlah kasus meningkat 634 dalam sehari menjadi 20.796

[LINIMASA-2]  Perkembangan Terkini dalam Wabah Virus Corona di Indonesia

Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus korona atau COVID-19 Achmad Yurianto, mengatakan jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia telah meningkat sebanyak 634 orang, mulai dari 21 Mei 2020 pukul 12.00 WIB hingga 22 Mei 2020 pukul 12.00 WIB. Dengan demikian ada total 20.796 kasus positif COVID-19 hari ini.

Jumlah pasien positif COVID-19 yang meninggal telah mencapai 1.326 kasus. Sampai hari ini, ada 48 kematian tambahan. Dengan demikian, angka kematian atau tingkat fatalitas karena COVID-19 adalah 6,3 persen.

Sementara jumlah pasien yang pulih dari COVID-19 per hari telah meningkat 219 orang hingga mencapai 5.057 orang. Dengan demikian tingkat kesembuhan COVID-19 di Indonesia adalah 24,3 persen.

Hari ini, Jawa Timur sekali lagi merupakan penyumbang terbesar untuk kasus-kasus tambahan, dengan 131 kasus positif baru. Dengan demikian, jumlah total kasus di Jawa Timur naik menjadi 3.129 kasus.

21 Mei: Rekam penambahan tertinggi kasus positif COVID-19 yang terjadi di Indonesia, naik 973 orang per hari hari ini

[LINIMASA-2]  Perkembangan Terkini dalam Wabah Virus Corona di Indonesia

Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus korona atau COVID-19 Achmad Yurianto, mengatakan jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia terus meningkat menjadi 20.162 kasus. Dengan demikian, pada 20 Mei 2020 pukul 12.00 Waktu Indonesia Barat hingga 21 Mei 2020 pukul 12.00 Waktu Indonesia Barat, kasus positif telah meningkat sebanyak 973 orang.

Angka ini merupakan catatan penambahan kasus tertinggi yang terjadi di Indonesia sejak diumumkannya kasus pertama.

"Peningkatan hari ini adalah peningkatan yang tinggi, oleh karena itu kami mati kembali ke dasar, kasus baru ini muncul karena kelompok rentan terinfeksi orang lain yang membawa virus," kata Yuri dalam pernyataan pers yang disiarkan langsung dari BNPB Indonesia Saluran YouTube, Kamis (21/5).

Dia melaporkan bahwa pasien meninggal karena virus korona meningkat. Jumlahnya sekarang mencapai 1.278 orang. Itu terjadi karena hingga hari ini (21/5) ada 36 orang tewas.

"Jumlah pasien yang meninggal meningkat 36 orang menjadi 1.278 orang," kata Yuri.

Yuri juga melaporkan bahwa jumlah pasien positif COVID-19 yang telah pulih saat ini mencapai 4.383 kasus. Sampai hari ini, ada peningkatan 263 orang yang memulihkan kasus.

"Ada 263 orang yang ditambahkan, sehingga total pemulihan mencapai 4.838 orang," katanya.

Saat ini, Jawa Timur adalah penyumbang terbesar untuk kasus-kasus tambahan, dengan 502 kasus positif baru. Dengan demikian, total kasus di Jawa Timur melonjak menjadi 2.998 kasus.

19 Mei: Kasus positif virus korona menembus 18.496, meninggal 1.221 dan pulih 4.467 orang

[LINIMASA-2]  Perkembangan Terkini dalam Wabah Virus Corona di Indonesia

Menuju Idulfitri 1441 H / 2020, jumlah kasus positif virus korona meningkat. Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona atau COVID-19, Achmad Yurianto, mengatakan jumlah kasus positif virus corona di Indonesia kini telah mencapai 18.496 kasus.

"Penambahan konfirmasi positif adalah 486 orang, sehingga menjadi 18.496," kata Yuri dalam pernyataan pers yang disiarkan langsung di saluran YouTube BNPB Indonesia, Selasa (19/5).

Data dihitung dari 18 Mei 2020 pukul 12.00 Waktu Indonesia Barat hingga 19 Mei 2020 pukul 12.00 Waktu Indonesia Barat.

Tidak hanya jumlah kasus positif, jumlah kematian akibat virus korona, kata Yurianto, juga meningkat. Jumlahnya sekarang mencapai 1.221 orang.

"Jumlah pasien meninggal meningkat 30 orang, sehingga menjadi 1.221 orang," katanya.

Sementara 4.467 pasien sembuh. Jumlahnya meningkat signifikan, yakni 143 orang dari data sebelumnya.

"Konfirmasi pasien positif yang sudah pulih sebanyak 143 orang, sehingga total 4.467 orang," kata Yuri.

18 Mei 18.010 orang positif terkena virus korona, 1.191 orang meninggal dan 4.324 disembuhkan

[LINIMASA-2]  Perkembangan Terkini dalam Wabah Virus Corona di Indonesia

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona atau COVID-19 Achmad Yurianto mengatakan, jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia terus meningkat menjadi 18.010 orang. Jadi, mulai dari 17 Mei 2020 pukul 12.00 Waktu Indonesia Barat hingga 18 Mei 2020 pukul 12.00 Waktu Indonesia Barat, kasus positif mengalami peningkatan 496 orang.

"Pemeriksaan positif waktu sebenarnya PCR memiliki 17.764 orang, dengan TCM 246 orang, "kata Yuri dalam pernyataan pers yang disiarkan langsung dari saluran YouTube BNPB Indonesia, Senin (18/5).

Dia melaporkan, pasien yang meninggal karena virus korona meningkat. Jumlahnya sekarang mencapai 1.191 orang. Itu terjadi karena hingga Senin (18/5), ada tambahan 43 orang meninggal.

"Jumlah pasien yang meninggal telah meningkat 43 menjadi 1.191," kata Yuri.

Sementara jumlah pasien positif COVID-19 yang telah pulih saat ini mencapai 4.324 kasus. Sampai hari ini, ada 195 kasus tambahan kasus sembuh.

"Itu menambahkan 195 orang, menjadikan total pemulihan menjadi 4.324 orang," katanya.

17 Mei: Menjelang relaksasi PSBB yang direncanakan pemerintah, jumlah kasus positif COVID-19 melonjak menjadi 17.514

[LINIMASA-2]  Perkembangan Terkini dalam Wabah Virus Corona di Indonesia

Di tengah wacana pemerintah untuk bersantai atau bersantai Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB), kasus virus korona atau COVID-19 telah dikonfirmasi untuk terus meningkat secara positif.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto mengungkapkan, jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia kini telah mencapai 17.514 kasus.

"Kasus positif telah meningkat sebanyak 489 orang," kata Yuri dalam pernyataan pers yang disiarkan langsung di saluran YouTube BNPB Indonesia, Minggu (17/5).

Jumlahnya dihitung dari 16 Mei 2020 pukul 12.00 Waktu Indonesia Barat hingga 17 Mei 2020 pukul 12.00 Waktu Indonesia Barat.

Yurianto mengungkapkan, jumlah kematian akibat COVID-19 di Indonesia saat ini mencapai 1.148 orang atau meningkat sebanyak 59 orang. Sementara itu, jumlah kasus pemulihan pasien meningkat 218 kasus sehingga total 4.129 pasien pulih.

Pemerintah telah memeriksa 187.965 spesimen, yang dilakukan dengan menggunakan metode PCR waktu nyata serta dengan tes cepat molekuler.

"Lebih dari 10 mesin uji cepat molekuler sudah beroperasi dan hingga hari ini kami telah dapat melakukan pemeriksaan hingga 980 spesimen," katanya.

16 Mei: Jumlah pasien positif COVID 17.025 kasus: pulih 3.911, 1.089 pasien meninggal

[LINIMASA-2]  Perkembangan Terkini dalam Wabah Virus Corona di Indonesia

Jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia masih meningkat. Jumlah kasus per hari, Sabtu (16/5), adalah 17.025 kasus. Jadi, mulai dari 15 Mei 2020 pukul 12.00 Waktu Indonesia Barat hingga 16 Mei 2020 pukul 12.00 Waktu Indonesia Barat, kasus positif mengalami peningkatan 529 orang.

"Pemeriksaan positif waktu sebenarnya PCR 16.798 orang, dengan TCM sebanyak 227 orang, "kata Yuri dalam siaran pers yang disiarkan langsung saluran YouTube BNPB Indonesia, Sabtu.

Jumlah pasien yang meninggal akibat virus korona mencapai 1.089 orang. Sampai hari ini, ada 13 kasus kematian tambahan. Di sisi lain, jumlah pasien positif COVID-19 yang telah pulih saat ini mencapai 3.911 orang. Sampai hari ini, ada tambahan 108 kasus kasus sembuh.

15 Mei: Pasien positif COVID-19 menjadi 16.496 kasus:

[LINIMASA-2]  Perkembangan Terkini dalam Wabah Virus Corona di Indonesia

Jumlah pasien yang dites positif COVID-19 menjadi 16.496 kasus. Sejak 14 Mei 2020 pukul 12.00 Waktu Indonesia Barat hingga 15 Mei 2020 pukul 12.00 Waktu Indonesia Barat, kasus positif telah meningkat sebanyak 490 orang.

"Pemeriksaan positif waktu sebenarnya PCR 16.272 orang, dengan TCM sebanyak 224 orang, "kata Yuri dalam pernyataan pers yang disiarkan langsung dari saluran YouTube BNPB Indonesia, Jumat (15/5).

Jumlah pasien yang meninggal akibat COVID-19 adalah 1.076 orang, meningkat 33 dari hari sebelumnya. Sementara jumlah pasien positif COVID-19 yang telah pulih kini mencapai 3.803 kasus. Ada tambahan kasus pemulihan sebanyak 285 orang.

14 Mei: Dalam sehari ada 568 kasus baru, pasien COVID-19 yang positif menembus 16.006 orang

[LINIMASA-2]  Perkembangan Terkini dalam Wabah Virus Corona di Indonesia

Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus korona atau COVID-19 Achmad Yurianto, mengatakan jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia meningkat 568 kasus per hari hari ini.

"Jadi hari ini kami mendapat konfirmasi positif dari PCR waktu nyata dan tes cepat molekuler, kami mendapatkan 568 orang, sehingga totalnya menjadi 16.006 orang," kata pria yang sering dipanggil Yuri dalam siaran pers yang disiarkan melalui BNPB Indonesia & # 39; Saluran YouTube, Kamis (14/5).

Sementara itu, jumlah pasien yang pulih dari virus korona di Indonesia telah meningkat sebanyak 231 orang saat ini.

"Pasien dipastikan mengalami peningkatan hingga 231 orang. Sehingga akumulasi pasien pulih hingga saat ini sebanyak 3.518 orang," katanya.

Jumlah kematian akibat virus korona saat ini mencapai 1.043 orang. Angka ini diambil dari data yang dikumpulkan melalui 382 kabupaten / kota di 34 provinsi di Indonesia.

"Ada peningkatan jumlah pasien yang meninggal sebanyak 15 orang. Jadi secara akumulatif ada 1.043 pasien yang meninggal karena COVID-19 hingga saat ini," katanya.

Virus korona telah menyebar ke 34 provinsi di seluruh Indonesia. Melalui data yang disampaikan oleh Yuri, DKI Jakarta adalah provinsi yang menangani kasus COVID-19 paling positif, yaitu sebanyak 5.688 kasus.

13 Mei: Dalam satu hari ada 689 kasus baru, COVID-19 kasus positif meroket ke 15.458 orang

[LINIMASA-2]  Perkembangan Terkini dalam Wabah Virus Corona di Indonesia

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona atau COVID-19, Achmad Yurianto, mengatakan jumlah pasien COVID positif di Indonesia pada 13 Mei pukul 12.00 WIB berjumlah 15.458 orang. Ada tambahan 689 kasus baru sejak Selasa, 12 Mei 2020 pukul 12.00 WIB.

"Inspeksi positif PCR Waktu Nyata adalah 15.243 orang, dengan TCM 195 orang," kata Yuri dalam pernyataan pers yang disiarkan langsung dari saluran YouTube BNPB Indonesia, Rabu (13/5).

Sementara itu, pasien yang meninggal karena virus korona kini telah mencapai 1.028 orang. Ini terjadi karena hingga hari ini (13/5) ada 21 kematian tambahan.

Yuri juga melaporkan bahwa jumlah pasien positif COVID-19 yang telah pulih saat ini mencapai 3.287 kasus. Sampai hari ini, ada 224 kasus tambahan yang pulih.

"Menambahkan 224 orang, menjadikan total pemulihan menjadi 3.287 orang," katanya.

Virus korona telah menyebar di 34 provinsi di Indonesia. DKI Jakarta adalah provinsi dengan kontributor terbesar kasus virus korona, 5.554 kasus. Peringkat kedua ditempati oleh Jawa Timur dengan 1.772 kasus, dan kemudian Jawa Barat dengan 1.556 kasus.

12 Mei: Ada 484 kasus positif baru COVID-19, jumlahnya mencapai 14.749 kasus per hari hari ini

[LINIMASA-2]  Perkembangan Terkini dalam Wabah Virus Corona di Indonesia

Jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia hingga hari ini telah mencapai 14.749 kasus. Dengan demikian, mulai dari 11 Mei 2020 pukul 12.00 Waktu Indonesia Barat hingga 12 Mei 2020 pukul 12.00 Waktu Indonesia Barat, jumlah orang yang terkena dampak positif virus korona meningkat 484 orang.

"Pemeriksaan positif waktu sebenarnya PCR 14.557 orang, dengan TCM sebanyak 192 orang, "kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona atau COVID-19, Achmad Yurianto dalam siaran persnya yang disiarkan langsung dari saluran YouTube BNPB Indonesia, Selasa (12/5).

Dia melaporkan, jumlah pasien yang meninggal karena virus korona juga meningkat. Bahkan, jumlahnya kini mencapai 1.007 orang. Itu terjadi karena hingga hari ini (12/5), ada tambahan 16 kematian.

"Jumlah pasien yang meninggal meningkat 16 menjadi 1.007," kata Yuri.

Yuri sebelumnya menjelaskan bahwa pemakaman tubuh COVID-19 dilakukan sesuai dengan prosedur kesehatan dan agama. Karenanya, tidak perlu menolak pemakaman COVID-19.

Sementara itu, jumlah pasien positif COVID-19 yang telah pulih per hari telah meningkat sebanyak 182 orang. Dengan demikian, jumlah total pasien pulih 3063 orang.

"Ada 182 orang yang ditambahkan, sehingga total pemulihan menjadi 3.063 orang," katanya.

Virus korona telah menyebar di 34 provinsi di Indonesia. DKI Jakarta adalah provinsi dengan penyumbang terbesar kasus virus korona, yaitu 5.375 kasus. Posisi kedua adalah Jawa Timur dengan 1.669 kasus, dan Jawa Barat dengan 1.545 kasus.

11 Mei: Total ada 14.265 kasus positif COVID-19 hari ini, 2.881 orang pulih

[LINIMASA-2]  Perkembangan Terkini dalam Wabah Virus Corona di Indonesia

Jumlah kasus positif virus korona di Indonesia kini mencapai 14.265 kasus. Maka, mulai dari 10 Mei 2020 pukul 12.00 Waktu Indonesia Barat hingga 11 Mei 2020 pukul 12.00 Waktu Indonesia Barat, kasus positif mengalami peningkatan 233 orang.

"Pemeriksaan positif PCR Waktu Nyata adalah 14.073 orang, dengan TCM 192 orang," kata juru bicara pemerintah untuk menangani virus corona atau COVID-19, Achmad Yurianto.

Yuri mengatakan bahwa jumlah pasien yang meninggal akibat virus korona telah meningkat. Jumlahnya sekarang mencapai 991 orang. Itu terjadi karena pada hari ini ada tambahan 18 orang meninggal.

"Jumlah pasien meninggal meningkat 18 orang menjadi 991 orang," kata Yuri.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.881 orang telah dinyatakan sembuh. Itu karena pada hari Senin, kasus-kasus pulih sebanyak 183 tambahan.

"Itu menambah 183 orang, sehingga total pemulihan menjadi akumulasi untuk 2.881 orang," kata Yuri.

Total penyebaran virus korona ditemukan di 34 provinsi. DKI Jakarta adalah provinsi dengan kontributor terbanyak untuk kasus virus korona, yaitu 5.276 kasus. Kemudian, peringkat kedua ditempati oleh Jawa Timur sebanyak 1.536 kasus dan dilanjutkan oleh Jawa Barat sebanyak 1.439 kasus.

10 Mei: Kasus positif untuk COVID-19 di Indonesia diterjemahkan menjadi 14.032, pasien pulih menjadi 2.698 orang

[LINIMASA-2]  Perkembangan Terkini dalam Wabah Virus Corona di Indonesia

Juru Bicara Pemerintah Khusus untuk Penanganan COVID-19, Dr. Achmad Yurianto mengatakan, jumlah kasus positif virus korona di Indonesia telah mencapai 14.032 kasus, setelah meningkat 387 orang.

Data dihitung dari 9 Mei 2020 pukul 12.00 Waktu Indonesia Barat hingga 10 Mei 2020 pukul 12.00 Waktu Indonesia Barat.

"Jumlah kasus positif yang dikonfirmasi telah menjadi 14.032, setelah ada peningkatan 387 orang," kata Yurianto melalui mengalir YouTube BNPB, Jakarta, Minggu (10/5).

Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 kembali mencatat peningkatan jumlah pasien COVID-19 yang pulih menjadi 2.698, setelah bertambah 91 orang.

"Kami menemukan 91 kasus tambahan hari ini, sehingga totalnya 2.698 orang," kata Yurianto.

Sementara itu, jumlah pasien yang meninggal akibat COVID-19 meningkat menjadi 973, setelah ada peningkatan 14 orang.

"Dalam hal ini, ada komorbiditas atau komorbiditas hipertensi, diabetes, penyakit jantung dan penyakit paru-paru, yang memperburuk kondisi pasien, hingga kematian," katanya.

Yurianto mengutip data yang meningkat tentang kasus virus korona serta ukuran bagaimana orang dapat mematuhi peraturan pemerintah dan merekomendasikan protokol kesehatan sebagai langkah untuk memutus rantai penularan COVID-19.

"Gambar ini adalah titik bagaimana kita disiplin mencuci tangan, menjaga jarak, memakai topeng, tidak pulang dan menjalankan peraturan pemerintah," katanya.

9 Mei: 13.645 kasus positif virus korona, 2.607 orang pulih dan 959 meninggal

[LINIMASA-2]  Perkembangan Terkini dalam Wabah Virus Corona di Indonesia

Jumlah kasus virus korona di Indonesia masih terus bertambah. Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto mengatakan, Sabtu (9/5) jumlah kasus positif virus korona mencapai 13.645 kasus. Jumlah ini meningkat 533 orang dari data hari sebelumnya.

Sedangkan untuk pasien yang meninggal karena virus korona, lanjut Yuri, jumlahnya juga bertambah. Jumlahnya sekarang mencapai 959 orang, setelah pada hari Sabtu ada 16 kematian.

"Jumlah pasien meninggal meningkat 16 orang menjadi 959 orang," kata Yuri.

Namun demikian, jumlah pasien yang pulih dari virus korona juga meningkat. Total jumlah pasien yang pulih adalah 2.607, dengan tambahan 133 orang pada hari Sabtu ini.

8 Mei: 13.112 kasus positif virus korona, 2.494 orang pulih dan 943 meninggal

[LINIMASA-2]  Perkembangan Terkini dalam Wabah Virus Corona di Indonesia

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona atau COVID-19, Achmad Yurianto mengatakan, jumlah kasus positif virus corona di Indonesia kini telah mencapai 13.112 kasus.

Jumlah tersebut setelah mengalami penambahan 336 orang, mulai dari 7 Mei 2020 pukul 12.00 WIB hingga 8 Mei 2020 pukul 12.00 WIB.

"Kasus konfirmasi positif itu meningkat 336 orang, sehingga totalnya menjadi 13.112 orang," kata Yuri dalam pernyataan pers yang disiarkan langsung dari saluran YouTube BNPB Indonesia, Jumat (8/5).

Yuri mengatakan, jumlah pasien yang meninggal karena virus korona juga meningkat, sekarang mencapai 943 orang.

Tetapi di sisi lain, jumlah pasien yang berhasil pulih juga meningkat menjadi 2.494 orang.

7 Mei 12.776 orang positif dari virus korona, 930 meninggal dan 2.381 pulih

[LINIMASA-2]  Perkembangan Terkini dalam Wabah Virus Corona di Indonesia

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona atau COVID-19 Achmad Yurianto memperbarui data kasus pandemi virus corona. Sampai 7 Mei 2020, kasus korona virus yang dikonfirmasi di Indonesia mencapai 12.776 kasus.

"Bahwa kasus konfirmasi positif bertambah 338 orang, sehingga totalnya menjadi 12.776 orang," kata Yurianto dalam pernyataan pers yang disiarkan langsung di saluran YouTube BNPB Indonesia, Kamis (7/5).

Data, kata Yurianto, adalah Sebuah pembaharuan mulai dari 6 Mei 2020 pukul 12.00 WIB hingga 7 Mei 2020 pukul 12.00 WIB.

Yurianto mengatakan, pasien yang meninggal karena virus korona juga terus meningkat dan sekarang mencapai 930 orang. Tapi, pasien yang sembuh juga terus bertambah menjadi 2.381 orang.

6 Mei 12.438 positif terkena COVID-19, 895 orang meninggal, 2.317 disembuhkan

[LINIMASA-2]  Perkembangan Terkini dalam Wabah Virus Corona di Indonesia

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona atau COVID-19, Achmad Yurianto, mengatakan jumlah kasus positif virus korona di Indonesia kini telah mencapai 12.438 kasus.

Sejak 5 Mei 2020 pukul 12.00 Waktu Indonesia Barat hingga 6 Mei 2020 pukul 12.00 Waktu Indonesia Barat, kasus positif virus korona telah meningkat sebanyak 367 orang.

"Bahwa kasus konfirmasi positif meningkat 367 orang, sehingga totalnya menjadi 12.438 orang," kata Yurianto dalam pernyataan pers yang disiarkan langsung di saluran YouTube BNPB Indonesia, Rabu (6/5).

Yurianto mengatakan bahwa pasien meninggal karena virus korona terus meningkat dan sekarang mencapai 895 orang, setelah ada tambahan 23 kematian hari ini.

Sementara pemulihan pasien meningkat menjadi 2.317 orang.

5 Mei: Ada 12.071 kasus positif, 872 meninggal, 2.191 pulih

[LINIMASA-2]  Perkembangan Terkini dalam Wabah Virus Corona di Indonesia

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona atau COVID-19, Achmad Yurianto, mengatakan jumlah kasus positif virus korona di Indonesia kini telah mencapai 12.071 kasus. Dengan demikian, mulai dari 4 Mei 2020 pukul 12.00 Waktu Indonesia Barat hingga 5 Mei 2020 pukul 12.00 Waktu Indonesia Barat, kasus positif mengalami peningkatan 484 orang

"Bahwa kasus konfirmasi positif meningkat sebesar 484 orang, sehingga total menjadi 12.071 orang," kata Yuri dalam pernyataan pers yang disiarkan langsung dari saluran YouTube BNPB Indonesia, Selasa (5/5).

Yuri mengatakan bahwa jumlah pasien yang meninggal akibat virus korona telah meningkat. Jumlahnya sekarang mencapai 872 orang.

"Jumlah pasien meninggal meningkat 8 orang menjadi 872 orang," kata Yuri.

Yuri sebelumnya menjelaskan bahwa pemakaman tubuh COVID-19 dilakukan sesuai dengan prosedur kesehatan dan agama. Karenanya, tidak perlu menolak pemakaman COVID-19.

Yuri melaporkan, jumlah pasien yang sembuh dari COVID-19 saat ini sebanyak 2.191 orang telah dinyatakan sembuh. Jumlah pasien tertinggi yang ditemukan adalah di wilayah DKI Jakarta.

"Provinsi DKI Jakarta 704 telah pulih, Sulawesi Selatan 228, Jawa Timur 180, Jawa Barat 167 dan Bali 160 orang," kata Yuri.

4 Mei: 11.587 kasus positif, 831 meninggal, 1.954 sembuh

[LINIMASA-2]  Perkembangan Terkini dalam Wabah Virus Corona di Indonesia

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona atau COVID-19, Achmad Yurianto, mengatakan jumlah kasus positif virus korona di Indonesia kini telah mencapai 11.587 kasus. Maka, mulai dari 3 Mei 2020 pukul 12.00 Waktu Indonesia Barat hingga 4 Mei 2020 pukul 12.00 Waktu Indonesia Barat, kasus positif mengalami peningkatan 395 orang

"Kasus positif yang dikonfirmasi adalah 395, sehingga total menjadi 11.587 kasus," kata Yuri dalam pernyataan pers yang disiarkan langsung dari saluran YouTube BNPB Indonesia, Senin (4/5).

Yuri mengatakan bahwa jumlah pasien yang meninggal akibat virus korona telah meningkat. Jumlahnya sekarang mencapai 831 orang.

"Jumlah pasien meninggal meningkat 31 orang menjadi 831 orang," kata Yuri.

Yuri sebelumnya menjelaskan bahwa pemakaman tubuh COVID-19 dilakukan sesuai dengan prosedur kesehatan dan agama. Karenanya, tidak perlu menolak pemakaman COVID-19.

, jumlah pasien yang pulih dari COVID-19 saat ini 1.954. Jika dilihat dari distribusinya, DKI Jakarta adalah wilayah dengan kasus terbanyak disembuhkan dan diikuti Sulawesi Selatan.

"Jika kita melihat distribusi pasien yang paling sembuh, di DKI Jakarta 632, maka Sulawesi Selatan 199, Jawa Timur 178, Jawa Barat 159 dan Bali 15," kata Yuri.

3 Mei: COVID-19 kasus positif mencapai 11.192 kasus, tetap waspada dan tetap di rumah!

[LINIMASA-2]  Perkembangan Terkini dalam Wabah Virus Corona di Indonesia

Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus korona atau COVID-19, Achmad Yurianto, mengatakan jumlah kasus positif virus corona di Indonesia telah meningkat lagi. Dia mengumumkan jumlahnya mencapai 11.192 kasus.

"Penambahan konfirmasi positif adalah 349 orang menjadi 11.192," kata Yuri dalam pernyataan pers yang disiarkan langsung dari saluran YouTube BNPB Indonesia, Minggu (3/5).

Data dihitung dari 2 Mei 2020 pukul 12.00 WIB hingga 3 Mei 2020 pukul 12.00 WIB.

Sementara itu, pasien yang meninggal karena virus korona meningkat. Jumlahnya sekarang mencapai 845 orang.

"Kasus konfirmasi positif pasien yang meninggal meningkat 14 orang menjadi 845 orang," kata Yuri.

Yuri dilaporkan secara akumulatif 1.876 orang dinyatakan sembuh dari virus korona. Jumlahnya naik secara signifikan oleh 211 orang dari data sebelumnya.

Total penyebaran virus korona ditemukan di 34 provinsi. DKI Jakarta adalah provinsi dengan kontributor terbesar untuk kasus virus korona, dengan 4.463 kasus. Kemudian, peringkat kedua ditempati oleh Jawa Barat 1.054 kasus dan dilanjutkan oleh Jawa Timur 1.117 kasus.

25 April: 396 orang tambahan, pasien positif virus korona, 8.607 kasus

[LINIMASA-2]  Perkembangan Terkini dalam Wabah Virus Corona di Indonesia

Jumlah kasus positif virus korona di Indonesia kembali meningkat menjadi 8.607 kasus. "Kasus konfirmasi positif hari ini telah meningkat sebanyak 396 orang," kata juru bicara pemerintah khusus untuk penanganan virus korona Dr. Achmad Yurianto dalam pernyataan pers di Graha BNPB dan disiarkan secara online melalui saluran YouTube pada Sabtu (25/4).

Data tersebar di 34 provinsi, mulai dari (24/4) pukul 12:00 WIB hingga (25/4) pukul 12:00 WIB. "Semua provinsi terkena dampak, dan kabupaten / kota yang terkena dampak adalah 280 kabupaten / kota," lanjut Yuri.

Dari jumlah itu, jumlah pasien yang pulih dari virus korona lebih dari jumlah pasien yang sekarat. Tercatat jumlah pasien meninggal 720 orang, sementara pasien sembuh 1.042 orang.

Sedangkan Insider Monitoring (ODP) di Indonesia diterjemahkan menjadi 206.911 orang. "Ini akumulasi, tidak semua dari mereka sekarang dinyatakan ODP karena beberapa telah selesai memantau dan telah dinyatakan sembuh," kata Yuri.

Selain itu, sebanyak 19.084 orang dinyatakan sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Jumlah ini meningkat 783 kasus dari hari sebelumnya.

Hingga saat ini, jumlah penduduk yang telah mengikuti tes COVID-19 menggunakan metode ini waktu sebenarnya PCR adalah 52.541 orang. Dengan akumulasi, spesimen yang diperiksa mencapai 67.828 dari 52.541 pasien. "Jumlah laboratorium yang sekarang aktif bekerja dengan spesimen yang sedang dikerjakan telah mencapai lebih dari 45 laboratorium," kata Yuri.

24 April: Pasien positif virus Corona meningkat menjadi 8.211 kasus

[LINIMASA-2]  Perkembangan Terkini dalam Wabah Virus Corona di Indonesia

Jumlah pasien positif virus korona di Indonesia naik menjadi 8.211 kasus pada Jumat (24/4) pukul 12.00 WIB. Jumlah ini meningkat dari data sebelumnya, yaitu 7.775 kasus.

"Hari ini kami memiliki 436 kasus konfirmasi baru, berjumlah 8.211," kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona atau COVID-19 Achmad Yurianto dalam pernyataan persnya yang disiarkan langsung dari TVRI, Jumat (24/4).

Total penyebaran virus korona ditemukan di 34 provinsi. DKI Jakarta adalah provinsi dengan kontributor terbanyak untuk kasus virus korona, yaitu 3.599 kasus. Kemudian, peringkat kedua ditempati oleh 862 kasus di Jawa Barat, dan diikuti oleh Jawa Timur di 690 kasus.

Sementara jumlah pasien yang sembuh meningkat 42 orang sehingga total yang pulih dan siap untuk dipulangkan sebanyak 1.002 orang. Di sisi lain, jumlah pasien positif yang meninggal juga meningkat 42 orang menjadi 689 orang.

Selain itu, sebanyak 197.951 orang di Indonesia menerima status Pemantauan Orang Dalam (ODP) dan sebanyak 18.301 orang dinyatakan sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

23 April: Jumlah kasus positif virus korona di Indonesia mencapai 7.775 kasus

[LINIMASA-2]  Perkembangan Terkini dalam Wabah Virus Corona di Indonesia

Jumlah kasus positif virus korona di Indonesia mencapai 7.775 kasus. Ada 357 kasus tambahan hari ini. Sebelumnya, ada 7.418 kasus positif di Indonesia.

"Konfirmasi positif COVID-19.775," kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona atau COVID-19, Achmad Yurianto dalam siaran persnya yang disiarkan langsung dari saluran YouTube BNPB Indonesia, Kamis (23/4).

Yurianto menjelaskan ada peningkatan jumlah pasien yang meninggal akibat virus korona atau COVID-19. Dari sebelumnya 635 orang meninggal, Kamis (23/4) ada tambahan 11 orang.

"Konfirmasi positif COVID-19 yang menewaskan 647 orang," kata Yuri.

Dia juga menginformasikan bahwa ada pasien tambahan yang pulih dari virus korona atau COVID-19. Sebelumnya, ada 913 orang pulih, sekarang 47 orang ditambahkan.

"960 orang telah disembuhkan positif untuk COVID-19," kata Yuri

22 April: Kasus positif COVID-19 meningkat 283, jumlahnya menjadi 7.418

[LINIMASA-2]  Perkembangan Terkini dalam Wabah Virus Corona di Indonesia

Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus korona atau COVID-19, Achmad Yurianto, mengatakan jumlah kasus positif virus corona di Indonesia telah meningkat lagi. Dia mengumumkan jumlahnya mencapai 7.418 kasus.

"Ada 283 kasus positif, sehingga totalnya menjadi 7.418," kata Yuri dalam pernyataan pers yang disiarkan langsung dari saluran YouTube BNPB Indonesia, Rabu (22/4).

Yuri mengatakan bahwa jumlah pasien virus korona di Indonesia pulih oleh 71 orang. Dengan demikian, total 913 orang pulih dan siap untuk dikirim pulang.

Sementara jumlah pasien yang meninggal akibat virus korona meningkat. Jumlahnya sekarang mencapai 635 orang. "Jumlah kasus kematian meningkat 19 orang, sehingga menjadi 635," katanya.

Total penyebaran virus korona ditemukan di 34 provinsi. DKI Jakarta adalah provinsi dengan kontributor terbanyak untuk kasus virus korona, yaitu 3.383 kasus. Kemudian, peringkat kedua ditempati oleh Jawa Barat 762 kasus dan dilanjutkan oleh Jawa Timur 638 kasus.

Yuri juga mengingatkan masyarakat agar tidak pulang.

"Perjalanan kita tidak aman. Kita bisa bertemu orang tanpa gejala dan ada gejala di tempat umum. Atau bisa jadi kita yang membawa virus tanpa gejala dan gejala ringan," kata Yuri.

Dia juga mengingatkan bahwa orang yang bertekad untuk pulang akan dikarantina di kampung halamannya selama 14 hari.

"Jika kita pulang, kita akan dikarantina selama 14 hari. Sehingga makna mudik tidak akan bisa dipahami kecuali dengan karantina selama 14 hari di rumah," katanya.

21 April: Jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia telah menyentuh 7.135 kasus

[LINIMASA-2]  Perkembangan Terkini dalam Wabah Virus Corona di Indonesia

Government spokesman for handling the corona virus or COVID-19, Achmad Yurianto, said the number of positive cases of the corona virus in Indonesia had increased again. He announced the number reached 7,135 cases.

“Konfirmasi positif yang didapatkan 7.135 orang,” kata Yuri dalam keterangan persnya yang disiarkan langsung dari channel YouTube BNPB Indonesia, Selasa (21/4).

Jumlah tersebut bertambah 375 dari kasus sebelumnya.

Sementara, jumlah pasien yang meninggal akibat virus corona di tanah air pun semakin meningkat. Jumlahnya kini mencapai 616 orang.

“Kasus meninggal bertambah 26 orang, sehingga jumlahnya menjadi 616 orang,” ujar Yuri.

Pasien virus corona di Indonesia yang sembuh bertambah sebanyak 95 orang. Sehingga, total yang sembuh dan siap dipulangkan sebanyak 842 orang. "Konfirmasi pasien sembuh bertambah 95 orang sehingga jika diakumulasikan menjadi 842,” kata Yuri.

Yuri menjelaskan mayoritas pasien COVID-19 yang telah dinyatakan sembuh setelah dua kali hasil tes negatif di laboratorium terdapat di Provinsi DKI Jakarta, yaitu 286 orang dan Provinsi Jawa Timur sebanyak 100 orang

“Provinsi Sulawesi Selatan 73 orang sembuh, Jawa Barat 75 orang sembuh, JawJawa Tengah 51 orang sembuh. Sehingga jika ditotal dengan provinsi lainnya ada kasus sembuh juga sehingga total 842 pasien sembuh,” ujarnya.

Total penyebaran virus corona tersebut terdapat di 34 Provinsi. DKI Jakarta menjadi provinsi dengan penyumbang terbanyak kasus virus corona yaitu sebanyak 3.260 kasus. Lalu, peringkat kedua diduduki oleh Jawa Barat 756 kasus dan dilanjutkan oleh Jawa Timur 603 kasus.

20 April: Jumlah pasien sembuh COVID-19 di Indonesia terus bertambah, per hari ini 747 orang

[LINIMASA-2]  Perkembangan Terkini Wabah Virus Corona di Indonesia

Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona atau COVID-19, Achmad Yurianto, mengatakan jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia kembali bertambah. Ia mengumumkan jumlahnya mencapai 6.760 orang.

“Secara detail kami tambahkan bahwa kasus positif kita dapatkan hari ini sebanyak 185 orang, sehingga total menjadi 6.760,” kata Yuri dalam keterangan pers yang disiarkan langsung dari TVRI, Senin (20/4).

Yuri menyampaikan, jumlah korban meninggal akibat virus yang berasal dari Wuhan, Tiongkok itu bertambah menjadi 590 orang. Sehari sebelumnya jumlah kematian 582 orang, hari ini bertambah 8, sehingga total 590 orang.

Kabar baiknya, Yuri melaporkan bahwa pasien COVID-19 yang sembuh bertambah 61 orang. Sehingga, total yang sembuh 747 orang.

Virus corona telah menyebar di 34 provinsi. DKI Jakarta menjadi provinsi dengan penyumbang terbanyak kasus virus corona yaitu sebanyak 3.097 kasus. Lalu, peringkat kedua diduduki oleh Jawa Barat 747 kasus, dan dilanjutkan oleh Jawa Timur 590 kasus.

Data tersebut terhitung sejak 19 April 2020 pukul 12.00 WIB hingga 20 April 2020 pukul 12.00 WIB.

19 April: Total pasien sembuh hingga hari ini 685 orang, korban meninggal 582 orang

[LINIMASA-2]  Perkembangan Terkini Wabah Virus Corona di Indonesia

Jumlah kasus positif virus corona di Indonesia kembali bertambah. Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona atau COVID-19, Achmad Yurianto mengumumkan jumlahnya capai 6.575 orang.

“Hari ini bertambah 327 kasus yang terkonfirmasi positif sehingga total 6.575 kasus ,” kata Yuri dalam keterangan persnya yang disiarkan langsung dari TVRI, Minggu (19/4).

Total penyebaran virus corona tersebut terdapat di 34 provinsi. DKI Jakarta menjadi provinsi dengan penyumbang terbanyak kasus virus corona, yaitu 3.052 kasus. Peringkat kedua diduduki Jawa Barat 696 kasus dan dilanjutkan Jawa Timur 590 kasus.

Sementara, jumlah korban meninggal bertambah menjadi 582 orang. "Ada penambahan 47 orang sehingga kasus meninggal menjadi 582," ujar Yurianto

Kabar baiknya, jumlah pasien virus corona di Indonesia yang sembuh, bertambah 55 orang. Sehingga, total pasien yang sembuh dan siap dipulangkan sebanyak 685 orang.

Data terakhir menunjukkan jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) mencapai lebih dari 178.000 orang, kemudian Pasien Dalam Pengawasan (PDP) capai 15.646 orang.

18 April: Kasus COVID-19 di Indonesia Tembus 6.000! Masih jadi yang tertinggi di ASEAN

[LINIMASA-2]  Perkembangan Terkini Wabah Virus Corona di Indonesia

Juru bicara khusus pemerintah untuk penanganan virus corona, dr. Achmad Yurianto, mengatakan kasus positif virus corona di Indonesia kembali bertambah. Per Sabtu (18/4), jumlahnya mencapai 6.248.

“Ada 325 kasus baru sehingga menjadi 6.248 kasus,” ujar pria yang akrab disapa Yuri itu ketika memberikan keterangan pers di Graha BNPB dan disiarkan secara daring melalui channel YouTube pada sore ini.

Data tersebut terhitung sejak 17 April 2020 pukul 12:00 WIB hingga 18 April 2020 pukul 12:00 WIB.

Yuri menyampaikan pasien yang meninggal akibat virus corona di Indonesia juga meningkat. Jumlahnya kini mencapai 535 orang.

"Bertambah 15 orang sehingga kasus meninggal menjadi 535,” katanya.

Lalu, Yuri juga menyampaikan perkembangan terkait pertambahan 59 kasus pasien COVID-19 yang berhasil sembuh. Dengan penambahan itu, maka jumlah pasien yang sembuh mencapai 631 orang.

"Untuk pasien sembuh bertambah sebanyak 24 orang sehingga total 631,” kata Yuri.

17 April: Kasus positif COVID-19 tembus 5.923, Indonesia "rajai" ASEAN!

[LINIMASA-2]  Perkembangan Terkini Wabah Virus Corona di Indonesia

Per 17 April 2020 hari ini, kasus positif di Indonesia mencapai 5.923. Jumlah tersebut bertambah 407 dari kasus sebelumnya.

“Kasus terkonfirmasi positif bertambah 407, sehingga total 5.923,” kata Yuri dalam keterangan persnya yang disiarkan langsung dari channel YouTube BNPB Indonesia, Jumat (17/4).

Selain jumlah kasus positif yang bertambah, pasien yang meninggal akibat virus corona juga bertambah hari ini. Pasien yang meninggal jumlahnya mencapai 520 orang.

"Pasien meninggal 24 orang, sehingga totalnya menjadi 520,” jelas Yuri.

Sementara kabar baiknya, pasien yang sembuh juga bertambah jumlahnya. Hari ini, pasien yang berhasil sembuh melawan virus corona sebanyak 607 orang.

“Pasien sembuh ada 59 pasien, sehingga total menjadi 607 pasien,” ujar dia.

16 April: Kasus virus corona bertambah menjadi 5.516, meninggal dunia 496 orang, dan pasien sembuh 548 orang

[LINIMASA-2]  Perkembangan Terkini Wabah Virus Corona di Indonesia

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona atau COVID-19 Achmad Yurianto mengatakan, jumlah kasus positif virus corona di Indonesia bertambah menjadi 5.516 kasus.

"Penambahan kasus positif adalah 380 orang, sehingga toral 5.516," ujar Yurianto dalam keterangan pers yang disiarkan langsung di channel YouTube BNPB Indonesia, Kamis (16/4).

Data tersebut terhitung sejak 15 April 2020 pukul 12.00 WIB hingga 16 April 2020 pukul 12.00 WIB.

Sedangkan jumlah pasien meninggal dunia akibat virus corona menjadi 496 orang, setelah bertambah 27 orang, dan pasien sembuh bertambah 102 orang, sehingga menjadi 548 orang.

Yurianto memaparkan pasien yang sembuh dan siap dipulangkan di DKI Jakarta berjumlah 202 orang.

"Kita patut bersyukur pada hari ini akumulasi pasien sembuh di DKI sebanyak 202 pasien, di Jawa Timur 86 pasien, Sulawesi Selatan 42 pasien, Bali 32 pasien, Jawa Barat 28 pasien dan di provinsi lainnya, sehingga jumlah total adalah 548," kata dia.

Yurianto juga menuturkan pemerintah telah memeriksa hampir 35 ribu penduduk untuk tes COVID-19. Sementara, spesimen yang sudah diperiksa hampir 40 ribu. Dari pemeriksaan tersebut, ditemukan 5.516 yang positif.

"Hasil positif 5.516 akumulasi sampai dengan sekarang. Hasil negatif 29.459 sampai sekarang," kata dia.

Menurut Yurianto hingga saat ini sudah ada lebih dari 32 laboratorium yang memeriksa tes COVID-19.

"Laboratorium yang saat ini sudah melaksanakan full kegiatannya untuk melakukan pemeriksaan, sudah lebih dari 32 lab, yang lainnya dalam waktu dekat setelah melengkapi peralatannya akan segera bisa beroperasi," ucap dia.

Sementara, pasien dengan status Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 169.446 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 11.873 orang.

Penyebaran kasus virus corona masih ada di 34 provinsi dan 202 kabupaten atau kota. DKI Jakarta menjadi provinsi dengan penyumbang terbanyak kasus virus corona, yaitu 2.670 kasus. Lalu, peringkat kedua diduduki Jawa Barat 570 kasus dan dilanjutkan Jawa Timur 514 kasus.

Berikut data lengkap rincian penyebaran virus corona di 34 provinsi di Indonesia per Kamis (16/4):

1. Aceh 5 kasus
2. Bali 113 kasus
3. Banten 297 kasus
4. Bangka Belitung 6 kasus
5. Bengkulu 4 kasus
6. Yogyakarta 62 kasus
7. DKI Jakarta 2.670 kasus
8. Jambi 7 kasus
9. Jawa Barat 570 kasus
10. Jawa Tengah 3000 kasus
11. Jawa Timur 514 kasus
12. Kalimantan Barat 21 kasus
13. Kalimantan Timur 44 kasus
14. Kalimantan Tengah 34 kasus
15. Kalimantan Selatan 59 kasus
16. Kalimantan Utara 28 kasus
17. Kepulauan Riau 38 kasus
18. Nusa Tenggara Barat 45 kasus
19. Sumatera Selatan 36 kasus
20. Sumatera Barat 55 kasus
21. Sulawesi Utara 18 kasus
22. Sulawesi Tenggara 26 kasus
23. Sumatera Utara 79 kasus
24. Sulawesi Selatan 271 kasus
25. Sulawesi Tengah 22 kasus
26. Lampung 25 kasus
27. Riau 24 kasus
28. Maluku Utara 4 kasus
29. Maluku 14 kasus
30. Papua Barat 5 kasus
31. Papua 80 kasus
32. Sulawesi Barat 7 kasus
33. Nusa Tenggara Timur 1 kasus
34. Gorontalo 4 kasus.

Sementara, dalam proses verifikasi di lapangan ada 27 kasus.

Yurianto kembali mengingatkan agar masyarakat tetap menjaga imunitas tubuh dan tak diskriminasi pada pasien COVID-19.

"Jangan melakukan diskriminasi pada pasien yang sembuh. Tidak boleh kita menolak jenazah pasien yang sudah meninggal," kata dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top