sewa ambulance

Latest News

Melanggar Rekomendasi DPR, Dewas Masih Menghentikan 3 Direktur TVRI

Jakarta, IDN Times – Pandemi COVID-19 tidak menghentikan niat dewan pengawas untuk memecat tiga direktur TVRI yaitu Direktur Program dan Berita, Apni Jaya Putra, Direktur Keuangan, Isnan Rahmanto, dan Direktur Jenderal Tumpak Pasaribu. Surat pemberhentian kepada ketiganya diserahkan pada hari Rabu (13/5) kepada masing-masing direktur yang dipecat.

Ketua Komite Penyelamat TVRI, Agil Samal mengatakan apa yang dilakukan jelas bertentangan dengan hasil pertemuan dengan anggota Komisi I DPR RI pada bulan April. Dalam sidang yang diadakan secara virtual, itu ditegur keras oleh anggota Komisi I karena mengeluarkan Pemberitahuan Rencana Pengakhiran (SPRP) untuk tiga direktur. Tapi, anehnya peringatan itu bahkan tidak dianggap sama sekali.

Ketika dihubungi IDN Waktu melalui telepon hari ini, Agil mengatakan bahwa meskipun ada masalah, surat pemecatan yang ditandatangani oleh Ketua Dewas, Arif Hidayat Tamrin masih memiliki kekuatan hukum. Namun, menurut Agil, surat pemberhentian itu diduga baru dikeluarkan hari ini.

"Dewas mengakui bahwa surat itu sudah dikeluarkan sejak (11/5). Tapi, surat itu kemudian ditahan dan diserahkan hari ini. Kami berharap sebaliknya, surat baru dikeluarkan hari ini dan dikatakan sudah ditulis sejak dua hari lalu. tanggal kembali mode pelepasan surat pemberhentian, "kata Agil.

Bahkan, Komisi I telah membuat rekomendasi untuk memberhentikan semua anggota TVRI. Ini adalah fase baru kekacauan dalam tubuh lembaga penyiaran publik.

Lalu, apa dampak dari tidak adanya tiga direktur di TVRI? Dengan tidak adanya Helmy, total empat pejabat tinggi TVRI dipecat oleh orang mati. Bagaimana sikap Kementerian Komunikasi dan Informasi untuk melihat kekacauan ini?

1. Dewas melanjutkan proses seleksi untuk pemilihan direktur baru meskipun Helmy Yahya masih mengajukan gugatan di PTUN

Melanggar Rekomendasi DPR, Dewas Masih Menghentikan 3 Direktur TVRI

Selain terus bersikeras memberhentikan tiga direktur, pengawas juga melanjutkan proses seleksi untuk menemukan tiga direktur dan satu presiden direktur. Dalam surat yang berisi nama delapan kandidat untuk sutradara, ada nama presenter Charles Bonar Sirait dan produser film Iman Brotoseno. Delapan orang yang dinyatakan oleh tim panel melewati seleksi pendalaman kertas.

"Faktanya, Komisi I telah meminta agar proses seleksi untuk direktur dan kepala direktur ditunda untuk sementara waktu. Proses seleksi ini juga cacat hukum, karena harus ada rekomendasi dari perwakilan Komisi ASN (Aparatur Sipil Negara), "kata Agil.

Berikut adalah delapan nama yang masuk ke tahap berikutnya tes penilaian dilakukan oleh Institut Psikologi Terapan, Universitas Indonesia:

Sebuah. Charles Bonar Sirait

b. Daniel Alexander Wellim Pattipawae

c. Farid Subkhan

d. Hendra Budi Rachman

e. Iman Brotoseno

f. Slamet Suparmaji

g. Sukirman

h. Wisnugroho

Agil menilai bahwa direktur & # 39; proses seleksi akan menimbulkan masalah di masa depan. Sebab, Helmy Yahya mengajukan gugatan tentang pemecatannya ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

"Bisa dibayangkan jika orang dewasa sudah memilih direksi, maka Pak Helmy menang di PTUN. Itu akan menjadi masalah baru," katanya.

2. Dewas menunjuk tiga pelaksana untuk menduduki posisi direktur

Melanggar Rekomendasi DPR, Dewas Masih Menghentikan 3 Direktur TVRI

Agar manajemen TVRI tetap berjalan, Dewas kemudian menunjuk tiga orang yang akan ditugaskan untuk menjalankan tugas dewan direksi. Dua orang adalah direktur di bidang lain. Sementara itu, satu plt diisi oleh kepala kantor berita.

"Faktanya, itu status yang sama dengan pejabat eselon I," kata Agil.

Namun, adalah unik bahwa meskipun mereka telah ditunjuk oleh Penjabat Direktur, mereka tidak dapat membuat keputusan strategis, seperti menandatangani surat strategis, pembayaran dari TVRI kepada pihak ketiga, untuk masalah administrasi keuangan. Karena, ketika dia diberhentikan sebagai direktur keuangan, maka TVRI juga telah kehilangan kekuatan pengguna anggaran.

Kemungkinan besar, Agil menjelaskan, tiga direktur yang diberhentikan oleh orang dewasa juga mengajukan gugatan ke Pengadilan Administratif.

3. DPR menganggap pemecatan tiga direktur TVRI sebagai pelanggaran UU MD3 dan melecehkan lembaga-lembaga parlemen

Melanggar Rekomendasi DPR, Dewas Masih Menghentikan 3 Direktur TVRI

Sementara itu, ketika dimintai tanggapannya, anggota Komisi I dari Fraksi PDI-P, Charles Honoris mengatakan, komisi itu telah mengeluarkan rekomendasi untuk memberhentikan Ketua Dewas TVRI. Kemudian, anggota komisi I sedang melakukan evaluasi kinerja anggota dewasa lainnya.

"Dengan dikeluarkannya pemecatan definitif dari tiga direktur TVRI yang tidak aktif, orang dewasa itu melanggar kesimpulan dari pertemuan dengan Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat yang meminta agar dia mencabut penghentian tiga direktur tidak aktif," kata Charles melalui pernyataan tertulis hari ini .

Dewas TVRI, Charles melanjutkan, telah melanggar aturan dalam UU MD3 dan DPR sebagai lembaga perwakilan rakyat. Keputusan TVRI untuk terus bersikeras memberhentikan tiga direktur akan menjadi pertimbangan untuk segera melanjutkan evaluasi lembaga.

4. Kementerian Komunikasi dan Informasi mengakui bahwa mereka tidak dapat mengganggu direktur TVRI yang semrawut

Melanggar Rekomendasi DPR, Dewas Masih Menghentikan 3 Direktur TVRI

Sementara itu, ketika dikonfirmasi ke Menteri Komunikasi dan Informasi, Johnny G. Plate, dia mengaku tidak bisa berbuat banyak tentang kekacauan di TVRI. Menteri Partai NasDem mengatakan bahwa otoritas Kementerian Komunikasi dan Informasi belum menyentuh Dewas dan Direktur LPP TVRI.

"Jadi, kita hanya bisa menengahi perselisihan yang terjadi," kata Johnny IDN Times melalui pesan teks hari ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top