sewa ambulance

Latest News

Mengenal ‘Gasligthing’ pelecehan psikologis dalam pernikahan, ini ciri dan cara mengadapinya

Parents, sering merasa ada yang salah dalam hubungan rumah tangga tapi sukar menemukan titik permasalahannya? Atau, sering meminta maaf pada pasangan padahal sebenarnya tidak tahu kesalahannya apa? Jika demikian, bisa jadi Anda merupakan korban gaslighting yang dilakukan pasangan.

Menurut Oxford Dictionary, gaslighting merupakan bentuk manipulasi dan kontrol yang dilakukan seseorang terhadap orang lain. Sang pelaku menyerang psikis korban secara manipulatif hingga korban mempertanyakan realitas atau pemahamannya sendiri.

Istilah tersebut pertama kali diambil dari sebuah film yang dirilis tahun 1983 berjudul Gas Light. Ini merupakan salah satu bentuk kekerasan mental, serta cara yang dilakukan seseorang untuk mendominasi orang lain.

Gaslighting

Artikel terkait: 10 Tips menyelesaikan masalah dalam rumah tangga, Parents harus tahu!

Gaslighting ini kerap terjadi di berbagai hubungan, termasuk di lingkungan rumah tangga. Meski demikian, korban cenderung tidak sadar saat dia mendapat perlakuan seperti ini. Oleh karena itu, tidak heran bahwa banyak orang yang tidak menyadari adanya tanda bahaya dalam hubungan rumah tangga akibat gaslighting.

Hal ini selaras dengan penjelasan seorang terapis bernama Gottman Mike McNulty. Ia bahkan mengatakan, para pelaku bisa saja merusak kepercayaan diri korban dan apa yang ia yakini.

“Para gaslighter ini berusaha mengendalikan orang lain untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan mereka sendiri dengan cara yang manipulatif atau tidak jujur. Sehingga korban perlu mendapatkan bukti secara bertahap untuk melihat gejala apa yang sebenarnya terjadi padanya,” ungkap Gottman seperti yang dikutip dari laman Kompas.

Gaslighting

Ciri-ciri pasangan yang melakukan gaslighting dalam rumah tangga

Untuk mengetahui apakah Parents menjalin hubungan dengan seorang gaslighter atau pelaku gaslighting, Anda perlu mengenali dan paham beberapa karakter gaslighter sebagai berikut ini:

  • Seorang gaslighter kerap membuat pasangannya mempertimbangkan dan mempertanyakan realita yang sebenarnya terjadi. Ia kerap menyebut kelemahan pasangan berkali-kali, serta membentuk realitas lain yang tidak jujur sampai pasangannya percaya dengan apa yang ia katakan.
  • Sering berbohong untuk menyangkal kesalahan dilakukan, sampai pasangan percaya pada kebohongan yang diungkapkan.
  • Gaslighting sering kali dilakukan karena ia ingin memegang kendali atau mendominasi pasangan secara psikologis.
  • Bermain dengan rasa tidak aman pasangan. Gaslighter secara konsisten mengkritik segala hal dari korbannya. Hal ini dilakukan untuk membuat korban merasa tidak percaya diri sehingga gaslighter bisa mengendalikan diri korban.
  • Perilaku dan kata-kata tidak sesuai. Gaslighter sering memberi tahu sesuatu hal yang ingin didengar pasangan, tetapi pada kenyataannya melakukan hal yang berbanding terbalik dengan ucapan.
  • Gaslighter sering kali memanipulasi bagaimana cara pasangan dalam memandang orang-orang di sekitar. Hal ini bisa menjadi penyebab terputusnya hubungan korban gaslighting dengan orang-orang yang sebelumnya ia anggap penting. Gaslighter meyakinkan korban bahwa orang yang bisa dipercaya adalah dirinya sendiri.
  • Gaslighter membuat korbannya sering merasa bersalah, meminta maaf untuk hal yang tidak diperbuat, merasa sering tidak bahagia, serta selalu memaafkan sikap gaslighter meski ia melakukan kesalahan yang menyakiti hatinya.

Gaslighting

Artikel terkait: 3 Tipe konflik yang terjadi dalam pernikahan dan cara jitu mengatasinya

Bagaimana cara mengatasinya?

Gaslighting merupakan salah satu bentuk kekerasan psikologis, sehingga korban mungkin akan sulit menyadari dan menarik diri dari dinamika tersebut. Meski demikian, bukan berarti kondisi tersebut tidak bisa ditangani.

Hal tersebut selaras seorang psikoanalis berlisensi Dr. Robin Stern. Ia telah menangani banyak kasus mengenai gaslighting. Korban dinilai bisa keluar dari kondisi tersebut apabila terbuka, memiliki keinginan kuat, dan juga mendapat dukungan dari orang-orang sekitar.

Berikut merupakan langkah untuk membantu Parents dalam mengatasi gaslighting menurut Dr. Robin Stern:

  • Identifikasi masalah yang sebenarnya terjadi di antara Parents dan pasangan.
  • Tuliskan percakapan Anda dan pasangan di dalam jurnal. Carilah tanda-tanda pembelaan diri atau kalimat manipulatif yang diucapkan pasangan. Mengingat gaslighter sangat pandai dalam bertutur dan sangat manipulatif untuk meyakinkan korbannya.
  • Yakinkan diri bahwa Parents beharga dan berhak bahagia. Anda punya banyak dukungan dari orang-orang sekitar. Parents tidak perlu berkorban terlalu dalam untuk pasangan yang merupakan seorang gaslighter.
  • Bicaralah dengan keluarga dan teman dekat. Minta solusi dan pendapat mereka mengenai permasalahan yang menghampiri.
  • Fokus pada perasaan, bukan sesuatu yang benar dan salah. Jika Anda tidak bahagia atau bahkan tersiksa, tidak ada salahnya untuk mundur dan pergi demi kebahagiaan diri sendiri.

Artikel terkait: 7 Cara mudah agar hubungan pernikahan ‘lengket’ setiap hari, Parents penasaran?

Perlu diingat, gaslighting berbeda dengan konflik perbedaan pendapat dengan pasangan. Tidak semua konflik melibatkan gaslighting, mengingat kondisi ini hanya terjadi saat seseorang berusaha mendominasi orang lain dan membuatnya bertanya-tanya mengenai kebenaran yang ada.

Seperti yang dikatakan Dr. Robin Stern, setiap manusia merupakan arsitek dari realitas atau keyakinan masing-masing. Maka, jika Anda merasa ada yang salah dalam hubungan rumah tangga, jangan ragu untuk mencari tahu untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Hal  ini bisa menjadi langkah awal untuk tahu apakah Parents mengalami gaslighting dari pasangan. Sehingga ke depannya Anda bisa mengatasi hal tersebut dengan segera.

***

: Vox, Kompas, Ibunda

:

7 Kegiatan ini bisa bikin Parents jadi pasangan harmonis seperti pengantin baru

The post Mengenal ‘Gasligthing’ pelecehan psikologis dalam pernikahan, ini ciri dan cara mengadapinya appeared first on theAsianparent- Panduan Kehamilan, Bayi dan Membesarkan Anak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top