sewa ambulance

Latest News

Mode Mengundang Berjalan-jalan, Laki-laki di Aceh Besar Cabuli Dua Balita

Banda Aceh, IDN Times – Saya bertanya-tanya apa yang ada di benak DAR alias YL, warga Kabupaten Aceh Besar. Pria berusia 49 tahun itu diduga bisa melakukan pelecehan terhadap dua bocah lelaki yang masih balita (di bawah lima tahun).

Tragisnya, kedua korban yang berusia tiga tahun dan dua tahun itu tidak lain adalah kerabat terdekat mereka atau masih memiliki hubungan keluarga juga mengalami tindak kekerasan dari para pelaku.

Akibatnya, akibat tindakannya, ancaman hukuman puluhan tahun di penjara menunggu pria yang hari-harinya bekerja sebagai petani.

1. Cara berjalan-jalan, pelaku kemudian membawa kedua balita ke kebun

Mode Mengundang Berjalan-jalan, Laki-laki di Aceh Besar Cabuli Dua Balita

Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Banda Aceh, Ajun Komisaris Polisi Muhammad Taufiq mengatakan, kasus pelecehan seksual yang dialami kedua balita itu terjadi pada Sabtu (20/6/2020) lalu, di sebuah taman di wilayah Aceh Besar.

Awalnya kedua korban berada di rumah bersama sang nenek, tetapi beberapa saat kemudian pelaku tiba dengan becak. Dia kemudian mengajak kedua balita itu berjalan-jalan di sekitar rumah menggunakan becak.

"Tapi yang terjadi sebaliknya, kedua korban dibawa ke sebuah taman tidak jauh dari rumah korban dan dilakukan dalam bentuk tindakan sodomi terhadap balita," kata Taufiq, Rabu (15/7/2020) .

2. Diberhentikan karena keluarga curiga dengan perilaku kedua balita tersebut

Mode Mengundang Berjalan-jalan, Laki-laki di Aceh Besar Cabuli Dua Balita

Setelah melampiaskan nafsunya, kedua korban kemudian dibawa kembali ke rumah masing-masing. Namun, para pelaku pertama-tama mengancam kedua balita itu agar tidak memberi tahu siapa pun tentang tindakan yang telah dilakukannya.

Ketika tiba di rumah, kata Taufiq, kedua anak itu tidak berbeda. Mereka terlihat ketakutan dan tidak seperti biasanya. Ini kemudian mengundang kecurigaan orang tua dan nenek korban. Tentu saja, keluarga kemudian mengetahui apa yang terjadi pada kedua balita itu.

"Korban mengeluh ada rasa sakit di anusnya dan diancam oleh tersangka agar tidak memberi tahu siapa pun termasuk orang tuanya dan ini diberitahukan oleh kedua korban kepada ibunya sehingga mereka melaporkan ke pihak berwenang," kata Taufiq.

Tidak menerima pengalaman kedua anaknya, orang tua korban kemudian membuat laporan ke departemen kepolisian.

3. Pelaku tidak bergerak ketika ditangkap oleh petugas polisi dan mengakui tindakan mereka

Mode Mengundang Berjalan-jalan, Laki-laki di Aceh Besar Cabuli Dua Balita

Menindaklanjuti laporan dari orang tua korban, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dari Unit Investigasi Kriminal Kepolisian Kota Banda Aceh menyelidiki kasus ini dengan memeriksa saksi.

Setelah menjelajahi dan memeriksa saksi dan melengkapi bukti yang disertai dengan pernyataan psikolog forensik dan dokter, polisi kemudian mengejar sampai mereka berhasil menangkap tersangka pada Kamis (2/7/2020) di satu kedai kopi, Kabupaten Peukan Bada, Aceh. Besar

"Ketika penangkapan dilakukan, tersangka tidak melakukan perlawanan dan mengakui tindakannya," kata Taufiq.

"Dari hasil pemeriksaan, keterangan saksi, tersangka mengakui tindakannya, yaitu menganiaya dua anak kecil yang merupakan anak-anak dari keluarganya sendiri," tambahnya.

4. Pengakuan terhadap istri, pelaku diduga memiliki kelainan seksual

Mode Mengundang Berjalan-jalan, Laki-laki di Aceh Besar Cabuli Dua Balita

Berdasarkan informasi yang diperoleh polisi dari saksi, tak lain dari istri korban, mengatakan bahwa pelaku, DAR, memiliki kebiasaan seksual yang berbeda. Bahkan istri sering diperlakukan sebagai kekerasan seksual ketika mereka berhubungan seks.

"Menurut istri tersangka, pelaku memiliki kebiasaan saat berhubungan seks, dia suka melalui punggung. Tetapi jika istri tersangka menolaknya, maka dia marah dan akan memukulinya," kata kepala Unit Investigasi Kriminal Kepolisian Kota Banda Aceh.

5. Pelaku diancam dengan hukuman 20 tahun penjara

Mode Mengundang Berjalan-jalan, Laki-laki di Aceh Besar Cabuli Dua Balita

DAR diduga tidak hanya melakukan pelecehan seksual. Dia bahkan dikatakan telah melakukan tindakan penganiayaan terhadap dua korban yang berusia di bawah lima tahun.

Sekarang pria berusia 49 tahun itu masih menjalani penyelidikan lebih lanjut di Markas Besar Kepolisian Kota Banda Aceh. Dia berencana dicambuk dengan hukuman penjara 20 tahun.

Hal ini sesuai dengan Pasal 82 ayat 1 dan 2 Jo Pasal 80 ayat 1 UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 35 tahun 2014 dan UU RI Nomor 17 tahun 2016 dengan ancaman hukuman 15 tahun di penjara.

"Namun, karena tersangka masih terkait dengan keluarga korban, hukuman dapat ditambahkan ke 1/3 (sepertiga) dari hukuman dasar," kata Taufiq.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top