sewa ambulance

Latest News

Payudara diremas, seorang ibu menjadi korban pelecehan seksual oleh tuan tanah

Kejadian menyedihkan menimpa wanita berinisial 'S', yang juga ibu dua anak itu. Dia, seorang ibu dari dua anak, mengalami pelecehan seksual oleh pemilik rumah kontrakan tempat dia tinggal.

Memalukan dan tidak bermoral apa yang dilakukan pria berinisial 'M & # 39; telah selesai. Pemilik rumah kontrakan di Parung Benying RT 04/03, Desa Serua, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten, melakukan pelecehan seksual terhadap penghuni kontrakannya sendiri.

Pelaku marah kepada korban, lalu meremas payudaranya

S, perempuan berusia 38 tahun, menceritakan bagaimana peristiwa pelecehan seksual dimulai di rumah kontrakannya. Pada Jumat (21/8/2020), S sibuk mengobrol dengan ibu-ibu tetangga sambil menyantap rujak.

Melihat S bersama ibu-ibu nongkrong, M si pemilik rumah datang dan ikut makan bersama. Saat itu, korban secara spontan mengucapkan kalimat bercanda kepada pelaku.

“Saya tadi razia dengan ibu-ibu lain, lalu dia (pelaku) datang dan langsung ikut merampok. Lalu saya bilang, Iya bos, ayo bae. Tidak Modal banget, ”kata S, Minggu (30/8/2020).

Tidak menerima lelucon tersebut, pelaku merasa marah. Tanpa ragu, M langsung meremas payudara S hingga korban merasakan sakit.

ibu dua anak ini adalah korban pelecehan seksual

Korban tidak menyangka kalimat bercanda itu mendapat respon negatif dari pelaku.

"Dia marah, langsung remas payudara saya sampai merah dan perih," ujarnya.

Usai kejadian pada Jumat sore, S merasa kesakitan, hingga ada juga luka cakaran di payudaranya. Bahkan keesokan harinya, dada S membiru.

S merasa tidak bisa diterima atas pelecehan seksual yang diterimanya. Kemudian, dia melaporkan kejadian tersebut ke Mabes Polri Tangsel dengan nomor TBL / 922 / K / VIII / 2020 / SPKT / Res Tangsel, pada Sabtu (22/8/2020).

Artikel Terkait: Alami Pelecehan Seksual Verbal, Cinta Kuya Marah dan Sedih

Menurut pengakuan ibu dua anak ini, perbuatan pelecehan seksual dan perbuatan tidak menyenangkan yang dilakukan pelaku M bukanlah hal pertama yang diterimanya. Sebelum aksi meremas payudara, pelaku M juga kerap menghina dan melakukan berbagai tindak pelecehan.

Suatu ketika, M memperlihatkan alat kelaminnya saat melakukan video call WhatsApp kepada korban.

"Saya pernah panggilan video melalui WhatsApp. Saya kira dia mau menagih uang sewa, ketika saya angkat lagi untuk menunjukkan auratnya, saya langsung tutup panggilan videodia, "katanya.

Akhirnya S memutuskan melapor ke polisi karena tidak tahan dengan tingkah M. Dengan adanya laporan ini, S berharap polisi segera memproses laporan tersebut dan tersangka pelaku bisa mendapatkan reward berupa setimpal.

“Saya hanya berharap polisi bisa segera memproses laporan saya. Karena saya takut dia akan melakukan sesuatu yang lebih nekat dengan saya,” pungkas S.

Dari laporan tersebut, tersangka didakwa dengan pasal 289 tentang tindak pidana kesusilaan dan pasal 351 tentang penganiayaan.

Artikel Terkait: Terjadi Lagi! Dosen Melakukan Pelecehan Seksual dengan kedok Penelitian Swinger

Tips Mengatasi Pelecehan Seksual

Harus diakui bahwa perempuan masih sangat rentan terhadap pelecehan seksual, baik di ruang publik maupun di tempat yang lebih pribadi. Oleh karena itu, ibu perlu mengetahui beberapa hal penting yang harus dilakukan saat menghadapi tindakan pelecehan atau kekerasan seksual.

Satu hal yang pasti, korban harus bertindak tegas ketika berhadapan dengan pelaku pelecehan, baik secara langsung maupun tidak langsung.

ibu dua anak ini adalah korban pelecehan seksual

Jika secara langsung, korban bisa langsung menegur pelaku dengan hukuman tegas. Misalnya, "Hei, kamu sangat kasar!" Atau Anda bisa mengungkapkan kalimat lain dalam konteks kejadian tersebut.

Jika Anda kurang memiliki keberanian dan merasa tidak nyaman, Anda bisa meminta bantuan orang lain di sekitar Anda, kepada pihak berwajib.

Tidak perlu merasa malu dan malu, karena yang seharusnya malu adalah pelakunya. Berdiam diri justru akan membuat pelaku merasa aman dan tidak menutup kemungkinan akan terus melakukan tindakan serupa. Para ibu juga dapat mengadukan tindakan pelecehan atau kekerasan yang telah diterima Komnas Perempuan melalui telepon 0213903963.

Sungguh sangat disayangkan ibu dua anak ini menjadi korban pelecehan seksual. Semoga setelah ini tidak ada lagi kasus serupa.

Baca juga:

Mengapa pelecehan seksual jarang terpolarisasi? Ini sebabnya

Pasca payudara diremas, seorang ibu yang menjadi korban pelecehan seksual oleh pemilik kontrak muncul pertama kali di theAsianparent: The Best Parenting Site in Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top