sewa ambulance

Latest News

Perawatan Kulit dan Mempertahankan Kehamilan selama Pandemi Normal Baru COVID-19

Dampak pandemi COVID-19 sudah dirasakan oleh berbagai sektor, termasuk sektor kesehatan. Tidak sedikit orang yang khawatir atau takut untuk pergi ke fasilitas kesehatan untuk memeriksakan kondisinya (apalagi jika ada penyakit yang memerlukan pengobatan dokter), apalagi jika hanya untuk pemeriksaan kesehatan rutin.

Bamed Healthcare mencoba meyakinkan masyarakat untuk terus percaya bahwa klinik kesehatan aman dikunjungi selama pandemi. Di webinar mengusung tema perawatan kulit aman dan nyaman serta kehamilan di era normal baru Rabu (26/8), para ahli yang menjadi narasumber juga berbagi ilmu dan tips seputar perawatan kulit dan kehamilan.

Apa pun? Ini beberapa informasi.

1. Masker bisa menyebabkan jerawat

Perawatan Kulit dan Mempertahankan Kehamilan selama Pandemi Normal Baru COVID-19

Jerawat adalah masalah kulit yang merepotkan. Kurang nyaman, penampilan saya terganggu. Kala normal baru Dalam pandemi COVID-19 ini, ternyata penggunaan masker bisa menimbulkan jerawat.

Menurut dr. Sonia Hanivati, SpDV, dokter kulit dan spesialis genitalia dari Bamed Clinic, masker menyebabkan kelembapan pada kulit terjebak, sehingga pori-pori tersumbat. Kondisi ini meningkatkan pertumbuhan bakteri di kulit. Akibatnya muncul jerawat.

Selain jerawat, masalah kulit lainnya juga bisa muncul. Jika hal itu terjadi terus menerus, sebaiknya periksakan ke dokter agar bisa ditangani dengan tepat.

2. Solusinya: sering-seringlah mengganti dan mencuci masker

Perawatan Kulit dan Mempertahankan Kehamilan selama Pandemi Normal Baru COVID-19

Dokter Sonia mengatakan jerawat bisa dicegah dengan mudah. Caranya adalah dengan menggunakan masker yang ramah kulit, seperti yang terbuat dari kapas dan sering menggantinya, minimal setiap 4 jam sekali.

Bagi pemilik kulit sensitif, cara mencuci masker harus diperhatikan. Sonia, cuci masker dengan deterjen tanpa menambahkan pewangi, pelembut, atau bahan lain karena justru bisa mengiritasi kulit.

3. Minimalkan penggunaan dandan

Perawatan Kulit dan Mempertahankan Kehamilan selama Pandemi Normal Baru COVID-19

Anda termasuk orang yang tetap "setia" dandan Padahal kamu pakai masker setiap hari?

Kata dr. Sonia, Anda harus meminimalkan penggunaan dandan agar pori-pori kulit tidak tersumbat. Pakai saja pelembab satu lapisan dan ditambahkan dengan tabir surya. Itu sudah lebih dari cukup.

4. Bagi yang memiliki kulit sensitif, sebaiknya sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir

Perawatan Kulit dan Mempertahankan Kehamilan selama Pandemi Normal Baru COVID-19

Bagi pemilik kulit sensitif, kebiasaan juga perlu diperhatikan. Supaya tangan tidak iritasi, lebih baik cuci tangan pakai sabun dan air mengalir dari pada tangan pembersih yang digunakan saat tangan kering. Mengapa?

Itu karena air yang mengalir membilas surfaktan, senyawa yang menekan jaringan kulit. Jadi, kulit tangan Anda akan tetap sehat. Bahkan jika Anda harus menggunakannya pembersih tangan, gunakan yang mengandung alkohol di atas 60 persen, tapi hindari menggunakannya terlalu sering.

Hindari juga pemakaian pembersih tangan jika kulit tangan terkelupas. Lebih baik gunakan air mengalir dan sabun. Jika kulit mengelupas atau terjadi iritasi parah, sebaiknya ke dokter.

5. Sebenarnya tidak sulit untuk meremajakan kulit Anda secara menyeluruh

Perawatan Kulit dan Mempertahankan Kehamilan selama Pandemi Normal Baru COVID-19

Banyak yang beranggapan bahwa masalah kulit adalah akibat dari bertambahnya usia. Memang usia adalah salah satu faktornya. Namun, penuaan bisa diperlambat, kok!

Kata dr. Rizky Lendi Prayogo, SpDV, spesialis kulit dari Bamed Clinic, sebenarnya kulit baik yaitu sedikit berminyak dan tidak kering, tidak sensitif, tidak berpigmentasi, dan kencang seperti kulit remaja.

Seiring bertambahnya usia, kita bisa, kamu tahu, meremajakan kulit. Cara paling sederhana adalah dengan menjaga pola hidup sehat seperti mengonsumsi makanan bergizi, dan tidak merokok atau minum alkohol.

Selain itu, lakukan perawatan kulit dengan menggunakan krim yang mengandung retinoid, alpha hydroxy acid, atau vitamin C. Perawat kulit lainnya juga bisa dilakukan, misalnya terapi laser, namun Anda harus berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu.

6. Bagi ibu hamil, bentuk tubuh juga menjadi salah satu perhatian mereka

Perawatan Kulit dan Mempertahankan Kehamilan selama Pandemi Normal Baru COVID-19

Banyak ibu hamil yang mengeluh stretch mark karena kehamilan yang merusak penampilannya. Menurut dr. Vita Siphra Sirait, SpDV, juga dari Klinik Bamed, masalah ini sering terjadi pada ibu hamil.

Dokter Vita menjelaskan, setidaknya ada tiga jenis masalah kulit yang dialami ibu hamil. Yang pertama adalah fisiologis, di mana terjadi perubahan pada kulit, tidak abnormal dan tidak menular. Hanya adaptasi karena bentuk tubuh berubah. Yang kedua adalah efek kehamilan. Terakhir, ada masalah kulit yang hanya terjadi pada kehamilan. Ini adalah kondisi yang sangat langka.

Demi menjaga kesehatan kulit, ibu hamil dianjurkan makan makanan bergizi seimbang, tidur nyenyak, olahraga ringan, dan minum air putih minimal 2 liter per hari.

7. Lebih dari itu, ibu hamil harus terus rutin memeriksakan diri ke dokter

Perawatan Kulit dan Mempertahankan Kehamilan selama Pandemi Normal Baru COVID-19

Selain masalah kulit, dr. Upik Anggraheni, SpOG, dokter spesialis kebidanan dan kandungan dari Klinik Bamed menyarankan agar ibu hamil tetap rutin memeriksakan kandungannya ke dokter.

Menurut dr. Upik, ada beberapa kasus keguguran saat pandemi karena ibu hamil takut berobat ke dokter atau rumah sakit.

Wanita hamil tetap harus memeriksakan rahimnya minimal 7 kali. Dilakukan pada trimester pertama, pada usia kehamilan 6-8 minggu, 11-13 minggu, 20 minggu, 32 minggu, 36 minggu, dan 37 minggu. Ini semua dilakukan untuk memeriksakan kesehatan janin dan ibu, serta mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Konsultasi ke dokter bisa dilakukan secara online on line, mengingat USG hanya dibutuhkan tiga kali dan selama tidak ada keluhan yang berarti. Dokter Upik mengatakan, ibu hamil perlu mencatat setiap hasil pemeriksaan sebelumnya, agar kondisinya dan janinnya bisa terpantau.

Namun jika sudah memasuki usia kehamilan 36 minggu, ibu hamil sebaiknya berkonsultasi langsung dengan dokter karena waktu persalinan sudah dekat.

8. Pergi ke klinik yang memiliki protokol kesehatan untuk COVID-19

Perawatan Kulit dan Mempertahankan Kehamilan selama Pandemi Normal Baru COVID-19

Semua tempat yang dikunjungi banyak orang menjadi perhatian, termasuk fasilitas kesehatan. Oleh karena itu, cari tempat-tempat yang memiliki protokol kesehatan yang ketat. Misalnya, tidak membiarkan pasien menumpuk, menjaga jarak, memberikan akses yang memadai untuk mencuci tangan, dan sebagainya.

Saat berkunjung ke fasilitas kesehatan jangan lupa untuk terus disiplin menjaga kebersihan tubuh dengan terus memakai masker dan sering mencuci tangan. Masalah kesehatan akhirnya kembali ke diri sendiri, bukan orang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top