sewa ambulance

Latest News

Remaja Hamil Inses, Psikolog: Pentingnya Pendidikan Seks

Hubungan darah antara siswa SMA dengan adik kandungnya yang masih duduk di bangku SD, menggegerkan warga Pasaman, Sumatera Barat. Kasus tersebut terungkap setelah anak tersebut ditemukan warga di dekat parit.

Hubungan darah siswa SMA terungkap setelah ditemukannya mayat bayi

Masyarakat Pasaman, Sumatera Barat, baru-baru ini dihebohkan dengan ditemukannya jenazah bayi yang diduga dibuang karena melakukan hubungan seksual terlarang. Dari pemeriksaan polisi, akhirnya ditemukan bayi pembuang, yaitu seorang siswa SMA berinisial SHF (18).

Fakta yang lebih mengejutkan dan menyedihkan, SHF memiliki hubungan terlarang dengan adik laki-lakinya sendiri yang masih berusia 13 tahun. Inses dilakukan agar SHF hamil.

Setelah melahirkan, SHF kemudian membuang bayinya ke saluran pembuangan. Warga yang menemukan jenazah bayi itu diaduk-aduk.

SHF mengaku pernah melakukan hubungan terlarang tanpa mengetahui akibatnya. Setelah hamil, barulah ia berusaha menutupinya.

Ibu pelaku pernah menduga anaknya sedang hamil

Kondisi SFH bertubuh dua ini sebenarnya telah memicu kecurigaan, terutama oleh ibu kandungnya sendiri. Namun kepada ibunya, SHF selalu menghindar. Dia hanya mengaku sakit gigi.

hubungan darah siswa sekolah menengah

Tersangka selalu berusaha menutupi kondisi hamilnya agar tidak diketahui. Selain itu, SHF jarang ada di rumah karena melakukan praktek kerja lapangan di Tanah Datar.

Setelah incest terungkap, tentu luluh lantak ibu pelaku. YM, sang ibu, mengaku sedih dan menyesal.

Artikel terkait: Pelajar SMA membuang bayi dari perkawinan sedarah, apa risikonya inses?

Hubungan Darah Seorang Siswa Sekolah Menengah Atas dengan Kakak Baru 13 Tahunnya

Saat diperiksa aparat, IK (13) memberikan keterangan yang sama dengan pelaku. Keduanya mengaku pernah 2 kali menjalin hubungan asmara, sekitar Juli dan Agustus 2019.

Saat sang ibu akan pergi ke sawah dan kedua saudara mereka berada di sekolah, rumahnya kosong. Kedua bersaudara itu hanya tinggal bersama dan saat itulah mereka melakukan perbuatan terlarang.

IK yang masih duduk di bangku kelas 6 SD ini mengaku awalnya tidak tahu apa-apa. Dia hanya menurut ketika kakaknya mengundangnya ke kamar.

Namun karena masih di bawah umur dan tidak ikut dalam pembuangan bayi, IK hanya dimintai keterangan Polisi Pasaman.

Ibu SHF harus berjuang menghidupi anaknya sendiri

Ibu dua anak itu harus bekerja sendiri karena tekanan ekonomi. Setelah perceraian, sang ibu menjadi tulang punggung keluarga dan harus menghidupi keempat anaknya. YM sudah berangkat ke sawah sejak pagi, anak-anak hampir tidak mengurusnya.

YM juga menyayangkan kurang memperhatikan kondisi anak-anaknya. Alhasil, kedua anak kandungnya menjalin hubungan mesra layaknya suami istri.

Diketahui, SHF berasal dari keluarga rumah rusak. Ayah dan ibunya telah berpisah sehingga dia tinggal bersama ibu dan tiga saudara kandungnya.

Artikel terkait: Dampak yang dapat terjadi pada anak akibat perkawinan sedarah

Pakar Psikologi: Pentingnya Pendidikan Seks dalam Keluarga dan di Sekolah

Dilansir dari Kompas.comPakar Psikologi Universitas Sebelas Maret (UNS) Rafika Nur Kusumawati mengatakan, melihat kejadian ini, pentingnya pendidikan seksual diberikan kepada anak. Pendidikan seksual seharusnya tidak lagi dipandang tabu.

Sebab, yang harus digarisbawahi adalah pengakuan pelaku yang mengatakan saya tidak tahu akibatnya seperti itu. Apa maksudnya ini belum mendidik padahal sebenarnya kita lihat SMA harus paham. , kapan hubungan sendiri akan ada konsekuensinya, ”kata Rafika.

Pengenalan diri, jenis kelamin dan menstruasi merupakan pengetahuan dasar yang perlu dibagikan kepada anak sejak dini. Berkaca pada kasus tersebut, Rafika juga menilai ada kekhilafan dalam keluarga. Hal ini mengakibatkan anak-anak tersebut mencari sumber pengetahuan seksualnya sendiri.

“Faktor seseorang harus tahu sebab dan akibat, kalau saya melakukan ini maka akibatnya akan seperti ini, itu juga yang harus diperhatikan,” tuturnya.

Artikel terkait: Bagaimana Pendidikan Seks dalam Perspektif Islam?

Sementara itu, aksi SHF mengajak adik-adiknya menjalin hubungan mesra perlu dikaji lebih jauh. Menurut Plt Women Crisis Center (WCC), hati nurani perempuan Sumatera Barat, Rahmi Meri Yanti, wajar jika SHF tidak mungkin mengajak IK menjalin hubungan intim tanpa dipicu oleh faktor-faktor tertentu.

Rahmi menduga SHF pernah menjadi korban kekerasan seksual sebelum berhubungan seks dengan adik laki-lakinya. Kemungkinan kedua, pelaku mendapat konten pornografi dari luar rumahnya.

"Apakah dia pernah mengalami kekerasan seksual atau pernah menerima konten pornografi dari luar, itu belum diketahui," kata Rahmi.

Rahmi mengatakan pendidikan seks dibutuhkan di keluarga dan sekolah untuk mencegah kasus seks bebas di kalangan remaja.

“Sebenarnya sekolah juga perlu diajarkan. Tujuannya agar seks bebas ini tidak terjadi,” imbuhnya.

Demikian kasus hubungan darah siswa SMA dengan adiknya yang masih SD, semoga ini bisa menjadi pelajaran bagi kita sebagai orang tua.

:

Perhatikan! Panduan ini memberikan pendidikan seks berdasarkan usia anak

Postingan Remaja Hamil Akibat Incest, Psikolog: Pentingnya Pendidikan Seks muncul pertama kali di theAsianparent: Situs Parenting Terbaik di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top